Sabtu pagi (13/12) lalu, halaman Mapolres Metro Depok tampak ramai. Bukan untuk hal biasa, melainkan untuk 'Apel Potensi Masyarakat' yang digelar Polres setempat. Acara ini dihadiri oleh seluruh pejabat utama, personel, dan yang menarik, perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan atau ormas se-Kota Depok.
Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras, memimpin langsung apel tersebut. Dalam amanatnya, ia tak henti-hentinya menyampaikan apresiasi pada para perwakilan ormas yang hadir. Menurutnya, kehadiran mereka bukan sekadar formalitas.
"Kehadiran bapak dan ibu sekalian merupakan manifestasi nyata dari komitmen bersama," ujar Abdul Waras.
Ia menegaskan, sinergi antara polisi dan masyarakat inilah kunci utama menciptakan keamanan dan ketertiban yang kondusif. Kota yang damai, begitu harapannya.
Di sisi lain, Abdul Waras menempatkan ormas sebagai mitra strategis. Mereka bukan pelengkap, tapi ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan dinamika warga. Karena posisinya yang dekat dengan masyarakat, ormas dianggap paling paham gelombang sosial dan potensi konflik yang mungkin timbul di akar rumput.
Namun begitu, ada harapan besar yang dibebankan. Abdul Waras mengajak semua ormas untuk menjaga persatuan. Ia mengingatkan agar menghindari tindakan anarkis, provokasi, atau main hakim sendiri yang justru bisa merusak citra dan mengganggu ketenangan.
"Ormas diharapkan menjadi pionir dalam pencegahan tindak kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan paham radikalisme," tuturnya lagi.
Tak lupa, ia menekankan pentingnya aktif memberikan informasi ke kepolisian jika ada potensi gangguan.
Semua aktivitas, ditegaskan Kapolres, harus tetap dalam koridor hukum. Ia berharap ormas di Depok bisa tumbuh sebagai organisasi yang profesional, bermartabat, dan taat aturan. Apel pagi itu sendiri, baginya, adalah simbol. Simbol bahwa menjaga keamanan bukan cuma tugas seragam hijau, tapi tanggung jawab bersama seluruh elemen kota.
Dengan semangat 'Sinergi untuk Depok Aman', kerja sama ini diharapkan makin solid. Perwakilan dari berbagai ormas seperti GRIB, FORKABI, FBR, Pemuda Pancasila, BPPKB, FKPPI, PBB, FPMM, M1R, Banser, dan Kokam Muhammadiyah hadir, masing-masing mengirimkan sekitar sepuluh orang. Kehadiran mereka, dalam pandangan polisi, adalah wujud nyata komitmen itu sendiri. Sebuah langkah awal untuk kolaborasi yang lebih erat ke depannya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi