Banjir bandang yang menerjang kawasan Batang Toru, Tapanuli Tengah, ternyata menyisakan cerita pilu. Di antara tumpukan kayu gelondongan yang terseret arus, warga menemukan bangkai seekor orangutan Tapanuli. Kejadian ini terjadi di Desa Pulo Pakkat.
Penemuan itu sudah terjadi pada Kamis lalu, tanggal 11 Desember. Cukup cepat, petugas terkait sudah bergerak untuk mengevakuasi dan menguburkan satwa langka yang malang itu.
Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Susilo AW, membenarkan hal ini.
"Temuan bangkai orangutan di Pulo Pakkat itu, pada Kamis kemarin sudah kami tangani. Proses evakuasi, perawatan, sampai penguburan sudah kami lakukan di wilayah kerja kami," ujar Susilo, Sabtu (13/12).
Menurutnya, pemantauan satwa liar pasca bencana seperti ini sudah jadi prosedur standar. Mereka tidak bekerja sendirian. Ada kolaborasi dengan sejumlah lembaga non-pemerintah untuk memastikan tidak ada satwa lain yang terabaikan.
"Pasca bencana, kami langsung turunkan personel. Kami juga berkoordinasi dengan kawan-kawan dari NGO dan melakukan briefing dengan tim COP soal penanganan satwa korban bencana," jelas Susilo lebih lanjut.
Namun begitu, misteri masih menyelimuti kematian orangutan ini. Apakah ia mati langsung karena terjangan banjir bandang yang ganas? Atau ada sebab lain? Sampai saat ini, belum ada penjelasan yang rinci dan pasti. Investigasi lebih mendalam tampaknya masih diperlukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi