Bantuan Polri Mengalir ke Daerah Terdampak Bencana
Markas Besar Polri terus mengirimkan bantuan untuk warga Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang terdampak bencana. Upaya mereka tak cuma soal mengirimkan sembako. Di lapangan, anggota Polri juga turun tangan memperbaiki berbagai fasilitas yang rusak.
Menurut rilis resmi yang diterbitkan Sabtu (13/12/2025), kiriman bantuan terbaru sudah tiba di lokasi. Salah satunya datang dari Polda Gorontalo. Mereka mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk ketiga provinsi itu.
Isinya beragam. Ada beras 3,1 ton, gula 25 kg, lalu sarden 20 dus. Juga minyak goreng 60 dus, mi instan 230 dus, susu 7 dus, plus makanan ringan 50 dus. Mereka juga memikirkan kebutuhan khusus bayi dan kebersihan, dengan mengirimkan pampers 38 dus serta perlengkapan kebersihan 50 dus.
Tak ketinggalan, bantuan langsung dari Mabes Polri sendiri sudah sampai di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kiriman ini cukup besar: beras 7,1 ton, air mineral 455 dus, dan mi instan nyaris 1000 dus. Ditambah lagi dengan biskuit, minyak goreng, kopi, teh, susu, dan gula dalam jumlah yang tak sedikit.
Barang-barang penunjang lainnya juga disertakan. Ada 15 dus perlengkapan kebersihan, 30 buah kasur, bahkan 1600 helai sarung. Selimut, pakaian dalam 19 koli, tandon air, dan mesin penyedot air turut dikirim untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
Di Aceh, distribusi bantuan hari ini fokus di Desa Blang Asan, Kabupaten Pidie. Selain bagi-bagi sembako, personel Polri juga membantu membersihkan sekolah-sekolah yang terkena dampak.
“Tim Dapur Lapangan Polri memproduksi dan membagikan makanan bagi para pengungsi. Tim Water Treatment Polri menyediakan dan mendistribusikan air bersih dan Tim Trauma Healing Polri memberikan layanan dukungan psikososial dan pemberian sarana kontak kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang,”
jelas keterangan tertulis itu.
Sementara di Sumatera Utara, aksinya lebih beragam. Polres Tapanuli Tengah, misalnya, mengadakan servis motor gratis untuk masyarakat. Mereka juga membagikan sembako di Kota Sibolga: 220 kg beras, 44 dus mi instan, dan 4 dus roti.
Di Kecamatan Rukka, bantuan yang disalurkan meliputi puluhan dus air mineral, ratusan kg beras, roti, snack, mi instan, susu, selimut, handuk, hingga sabun mandi. Yang cukup krusial, Polri juga membantu pembuatan sumur bor untuk sumber air bersih di Kecamatan Adiakoting.
Lalu, bagaimana dengan Sumatera Barat? Di sana, upaya pemulihan juga berjalan. Jajaran Polri sibuk membangun jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Mereka mendirikan posko darurat, terlibat dalam pencarian korban di Bukittinggi, dan tak lupa mendistribusikan air bersih ke tempat-tempat pengungsian.
Rupanya, bantuan tak hanya berupa barang. Tangan-tangan mereka langsung bekerja di lokasi, mencoba memulihkan sedikit demi sedikit kehidupan yang terdampak.
Artikel Terkait
MRT Jakarta Normalisasi Operasional di Lebak Bulus Usai Alihkan Rute Akibat Lonjakan Penumpang
Indonesia Kembali di Pot Empat Undian Piala Asia 2027, Siap Hadapi Tantangan Berat
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap