Doa Khusus Datuk Bagu untuk Zulfa Mustofa di Tengah Konsolidasi NU NTB

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:35 WIB
Doa Khusus Datuk Bagu untuk Zulfa Mustofa di Tengah Konsolidasi NU NTB

Kamis dan Jumat lalu, suasana di Nusa Tenggara Barat terasa berbeda. Zulfa Mustofa, sang Penjabat Ketua Umum PBNU, menyempatkan diri berkunjung ke provinsi itu. Kunjungannya bukan sekadar seremonial belaka. Agenda utamanya adalah bertemu langsung dengan para pengurus NU di wilayah setempat, mulai dari tingkat wilayah hingga cabang.

Pertemuan silaturahmi itu sendiri dihadiri langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal. Di sisi lain, kehadiran sang gubernur memberi nuansa tersendiri. Kunjungan ini, bagi banyak pengamat, adalah langkah penting untuk konsolidasi. Pasca dinamika internal yang terjadi, PBNU butuh menguatkan komunikasi dengan basisnya di daerah. Zulfa pun tak menampik hal itu.

Dalam berbagai kesempatan, ia berulang kali menekankan soal kekompakan. Menurutnya, ketaatan pada keputusan para ulama dan merawat tradisi lama NU adalah fondasi yang tak boleh goyah.

"NU besar karena persatuan para kiai dan jamaahnya. Tugas kita hari ini adalah menjaga khidmah, menenangkan umat, dan memastikan roda organisasi berjalan sesuai khittah,"

Begitu penegasan Zulfa dalam sebuah keterangan yang dirilis pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Rangkaian acara tak berhenti di ruang rapat. Zulfa juga menyambangi Pondok Pesantren Qomarul Huda yang terletak di Bagu, Lombok. Di sanalah ia bertemu dengan sosok yang sangat dihormati: Tuan Guru Haji Lalu M. Turmudzi Badaruddin, atau yang akrab disapa Datuk Bagu. Beliau adalah Mustasyar PBNU sekaligus ulama kharismatik yang pengaruhnya sangat terasa di NTB.

Pertemuan itu menghasilkan sebuah momen yang sulit dilupakan.

Dengan penuh khidmat, TGH Turmudzi Badaruddin memegang kepala Zulfa. Di depan para kiai dan santri yang menyaksikan, dengan suara lirih namun penuh makna, Datuk Bagu memanjatkan doa khusus. Isinya memohonkan kekuatan, keikhlasan, serta keteguhan hati untuk Zulfa dalam mengemban amanah berat memimpin PBNU.

Suasana hening, khusyuk, dan terasa hangat. Momen spiritual itu bukan sekadar ritual. Lebih dari itu, ia adalah simbol dukungan moral yang nyata dari para ulama NTB untuk kepemimpinan PBNU saat ini.

Harapannya jelas. Kunjungan ini bisa mempererat lagi hubungan antara pusat dan daerah. Yang paling penting, semangat persatuan dan pengabdian di kalangan warga Nahdliyyin bisa terus dijaga, bahkan ditingkatkan. Setidaknya, itulah yang berusaha diwujudkan dari kunjungan dua hari ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler