Di Tengah Keluhan Inflasi, Pendukung Trump Tetap Percaya Hanya Dia Jawabannya

- Rabu, 10 Desember 2025 | 13:05 WIB
Di Tengah Keluhan Inflasi, Pendukung Trump Tetap Percaya Hanya Dia Jawabannya

Di sebuah kasino di pinggiran Pennsylvania, suasana terasa berbeda. Ratusan orang berkumpul, banyak di antaranya dengan topi merah khas bertuliskan "Make America Great Again". Mereka menunggu Donald Trump. Agenda resminya adalah ekonomi, tapi bagi yang hadir, ini lebih dari sekadar pidato. Ini tentang keyakinan.

Para pendukung setia Trump itu sebenarnya sudah merasakan sendiri dampak kenaikan harga barang-barang sehari-hari. Isi dompet mereka semakin menipis. Namun begitu, ada satu hal yang tetap tebal: keyakinan bahwa hanya Trump-lah yang bisa memperbaiki keadaan ini.

Trump sendiri, dalam tanggapannya, sempat menyebut isu biaya hidup yang melonjak sebagai hoaks. Tapi tekanan dari Partai Republik rupanya membuatnya sedikit melunak. Kini, dia mulai mengakui adanya "masalah" keterjangkauan. Padahal pekan lalu, masalah yang sama dia sebut sebagai "penipuan".

Kehadirannya di Mount Airy Casino Resort itu jelas bagian dari upaya membangun narasi baru. Dia ingin menunjukkan bahwa dia sedang berupaya menurunkan inflasi. Dan para pendukungnya menyambutnya dengan sorak-sorai, terutama saat Trump mengklaim harga-harga di AS sudah turun "sangat drastis".

Seperti biasa, Trump tak lupa menyalahkan mantan presiden, Joe Biden, untuk setiap masalah ekonomi yang muncul. Suasana pun memanas.

"Saya benci Joe Biden!"

Teriakan seorang wanita pendukungnya menggema, menyimpulkan amarah yang dirasakan banyak orang di ruangan itu.

Meski khawatir dengan harga tinggi, para pendukung yang diwawancarai AFP enggan menyalahkan Trump. Mereka memilih melihat ke depan. Brianna Shay, salah satu pendukung berusia 26 tahun yang membawa poster "Trump Memberi Kita Harapan", mencoba menjelaskan.

"Secara pribadi, iya, harga memang tinggi saat ini," akunya. Tapi dia punya pandangan lain. "Keadaan harus memburuk sebelum membaik."

Dia lalu meniru nada sang pemimpin. "Sangat disayangkan, presiden sebelumnya benar-benar telah merugikan kita. Sangat buruk."

Di sisi lain, pesan Trump memang berubah. Dari yang awalnya menyangkal, kini mulai mengakui ada persoalan. Tapi bagi orang-orang yang memakai topi merah itu, perubahan pesan itu tidak penting. Yang penting adalah siapa yang mereka percayai bisa membawa mereka keluar dari situasi ini. Dan jawabannya, bagi mereka, cuma satu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler