“Ini semua buah dari kerja keras, komitmen, dan keteladanan,” katanya lagi.
Namun begitu, penghargaan bukanlah garis finis. Purwadi menyoroti beberapa langkah krusial untuk menjaga momentum reformasi. Pembangunan Zona Integritas, misalnya, harus terus diperluas jangkauannya. Lalu, digitalisasi proses peradilan juga perlu dikebut agar lebih efisien. Mekanisme pengawasan harus diperkuat untuk mencegah korupsi, sementara kualitas SDM di lingkungan peradilan wajib ditingkatkan secara berkelanjutan. Kolaborasi antar-instansi tetap jadi kunci.
Baginya, prestasi seperti ini lebih dari sekadar capaian administratif. Ini adalah inspirasi sebuah bukti nyata bahwa perubahan menuju birokrasi berkelas dunia mungkin diraih.
“Saya berharap upaya ini memicu lebih banyak perubahan konkret,” pungkas Purwadi.
Harapan yang sederhana, tapi dampaknya jika konsisten dijalankan bisa sangat luar biasa bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Pusat dan Daerah Rapat di Sentul, Pacu Program Prioritas Menuju Indonesia Emas
Kearifan Lokal dan Peran Daerah: Kunci Tangkal Bencana Ekologi
Mundur Tiga Pimpinan Pasar Modal, DPR Soroti Perbaikan Aturan Free Float
Disdikbud Banten Resmi Larang Siswa dan Guru Aktifkan HP di Sekolah