Keluarga Korban Kebakaran Kemayoran Berduka di Bawah Tenda Posko Polisi

- Selasa, 09 Desember 2025 | 19:55 WIB
Keluarga Korban Kebakaran Kemayoran Berduka di Bawah Tenda Posko Polisi

Asap masih mengepul tipis di sekitar reruntuhan gedung di Kemayoran, Jakarta Pusat. Di tengah suasana yang masih mencekam, upaya penanganan pasca kebakaran hebat itu terus berjalan. Kepolisian tak hanya fokus pada penyelidikan, tapi juga pada bantuan untuk keluarga korban. Mereka mendirikan posko khusus di lokasi kejadian untuk memudahkan keluarga yang mencari informasi.

Kapolres Metro Jakpus, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan langkah-langkah yang diambil. "Kami sudah buat posko untuk membantu para keluarga korban," ujarnya di lokasi kebakaran, Selasa (9/12/2025).

Ia menambahkan, proses administrasi di rumah sakit juga sedang dipercepat. "Dari pihak rumah sakit segera kami proses administrasinya. Visum dan lain-lain, agar keluarga bisa segera mengambil keluarganya."

Di sisi lain, proses identifikasi 22 jasad korban tengah berlangsung intensif di RS Polri Kramat Jati. Dua posko postmortem dan antemortem disiapkan untuk memperlancar kerja tim. Intinya, data dari keluarga, seperti ciri-ciri khusus, akan dicocokkan dengan kondisi jasad.

Kalau kita lihat langsung ke Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, suasana masih dipenuhi aktivitas petugas. Sebuah tenda putih sudah berdiri, dijaga sejumlah anggota polisi. Mereka siap siaga. Tugasnya jelas: memberikan informasi sekaligus menjadi titik pertama bagi keluarga korban yang datang, kebingungan, butuh penjelasan.

Bangunan ruko Terra Drone yang hangus itu kini dikelilingi garis polisi. Di dalam, anggota Tim Identifikasi tampak sibuk. Mereka memeriksa setiap sudut, berusaha menyibak misteri penyebab kebakaran mematikan ini.

Antrean Harap dan Cemas di RS Polri

Sementara proses forensik berjalan, gelombang duka sudah sampai ke RS Polri. Beberapa keluarga korban mulai berdatangan, wajah-wajah mereka memancarkan kecemasan yang dalam. Ada seorang perempuan, misalnya, yang mencari kabar suaminya yang hilang kontak.

Petugas ambulans segera mengarahkannya. "Silakan menuju ke posko postmortem, Bu," begitu kira-kira arahan mereka. Rumah sakit memang secara khusus meminta keluarga datang ke sana.

Karumkit RS Polri, Brigjen Prima Heru, menyampaikan imbauan penting. "Permohonan kami, keluarga yang kehilangan bisa membawa foto korban. Terutama yang terlihat gigi dan identitas lainnya. Gambar sidik jari juga sangat membantu."

Pihaknya tak main-main. Sebanyak 11 tim disiagakan untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi jenazah. Namun begitu, Heru mengingatkan bahwa waktu penyelesaiannya tidak bisa dipatok sama. "Tergantung tingkat luka bakarnya," katanya. Semakin parah, tentu proses mengenali wajah atau sidik jari akan lebih sulit dan butuh ketelitian ekstra.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler