Di Istora Senayan, Rabu lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan komitmennya. Kali ini di hadapan para pimpinan KSPSI dalam Rapimnas, ia mendorong agar Desk Ketenagakerjaan Polri tak kehilangan momentum. Lembaga itu, sejak dibentuk, memang punya tugas khusus: bergerak cepat menyelesaikan persoalan yang menghimpit kalangan buruh.
"Saya minta untuk Desk Ketenagakerjaan terus berkontribusi dan mendukung penuh dalam menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan, terutama yang terkait dengan permasalahan hubungan industrial," tegas Sigit.
Menurutnya, upaya peningkatan kapasitas terus digenjot. Polri secara konsisten memberikan pelatihan khusus bagi para penyidiknya sekitar 2.800 orang lebih yang menangani sengketa industrial antara pekerja dan perusahaan. Harapannya jelas: penyelesaian masalah buruh bisa lebih maksimal, profesional, dan tentu saja, berkeadilan.
Tak cuma soal penyidikan, peran mediasi sosial juga digarap serius. Sigit menyebut kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pimpinan perusahaan, menjadi kunci.
"Kami tentunya terus bekerja sama dengan Pak Andi Gani dan seluruh pimpinan-pimpinan perusahaan untuk bisa memfasilitasi penyaluran buruh-buruh yang terdampak PHK, untuk kembali bisa bekerja dan bisa menjadi pegawai tetap di beberapa perusahaan," ujarnya.
Di sisi lain, Jenderal bintang empat ini punya pandangan khusus tentang posisi buruh. Ia melihat mereka bukan sekadar tenaga kerja, melainkan garda terdepan penggerak ekonomi bangsa. Kontribusi mereka, dalam pandangannya, sangat vital bagi pertumbuhan nasional.
"Saya selalu sampaikan kepada teman-teman buruh, bahwa rekan-rekan adalah pahlawan-pahlawan devisa. Sehingga tentunya, buruh harus terus tetap dijaga, terus tetap dirawat," kata Sigit.
Ia lalu melanjutkan dengan kalimat yang cukup menggambarkan filosofinya: "Buruh sejahtera, maka Indonesia dan negara akan menjadi maju, demikian sebaliknya."
Namun begitu, ada catatan penting. Sigit menekankan bahwa iklim investasi tetap harus dijaga kondusif. Aspirasi buruh boleh disampaikan, tapi tetap dalam koridor yang tertib. Semuanya harus berjalan seimbang.
Artikel Terkait
Prancis Tuding Hezbollah Serang Pasukan PBB di Lebanon, Satu Tentara Tewas
Polda Sumsel Amankan 163 Tersangka dan 7,2 Kg Sabu dalam Pengungkapan Jaringan Narkoba Lintas Wilayah
Gunung Semeru Erupsi, Status Siaga Level III dan Zona Bahaya Dipertegas
Ketua Umum TP PKK Pusat Dukung Minyak Kemiri Belu Jadi Produk Unggulan dan Potensi Ekspor