Gus Ipul dan Brian Yuliarto Sepakati Jalan Baru untuk Lulusan Sekolah Rakyat

- Selasa, 02 Desember 2025 | 12:30 WIB
Gus Ipul dan Brian Yuliarto Sepakati Jalan Baru untuk Lulusan Sekolah Rakyat

Di gedung Kementerian Sosial yang ramai, Selasa lalu, dua menteri duduk bersama. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, bertemu dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Agenda utamanya sederhana namun penting: menandatangani nota kesepahaman. Kerja sama ini bertujuan membuka jalan bagi siswa Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Gus Ipul tampak antusias. Menurutnya, langkah ini adalah bagian dari upaya hilirisasi pendidikan.

"Ini adalah bagian dari hilirisasi yang kita harapkan nanti lulusan-lulusan Sekolah Rakyat bisa mendapatkan tempat atau bisa meneruskan pembelajarannya di Perguruan Tinggi sesuai dengan minat bakatnya," ujarnya.

Ia kemudian mengungkap satu hal menarik. Sekolah Rakyat, katanya, sudah mulai memberlakukan tes DNA Talent. Tes ini bukan untuk cek keturunan, tapi untuk memetakan potensi siswa.

"Untuk mengetahui minat bakat mereka, pada kesempatan awal ini kita membuat tes DNA Talent," jelas Gus Ipul.

"Setelah kita membuat tes DNA Talent itu, ada beberapa rekomendasi untuk mereka-mereka, bagaimana ke depan mereka bisa sebaiknya berprofesi di bidang apa," sambungnya.

Rupanya, isu nasib lulusan Sekolah Rakyat ini juga menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto. Gus Ipul menegaskan arahan dari pimpinan tertinggi negara itu jelas: pastikan mereka punya masa depan.

"Intinya kami ingin bahwa teman-teman yang lulus ini nanti bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi atau bekerja dan mendapatkan tempat sesuai minat bakatnya. Jangan sampai mereka lulus SMA terus malah enggak dapat tempat dan kemudian dia menganggur. Itu yang menjadi arahan dari Bapak Presiden," tegas Gus Ipul.

Lalu, bagaimana implementasinya? Di sisi lain, Mendikti Saintek Brian Yuliarto memaparkan rencana konkretnya. Gagasannya melibatkan peran aktif kampus. Para dosen dan mahasiswa akan turun langsung ke lapangan.

"Kami akan memasangkan satu kampus itu membina satu Sekolah Rakyat atau dua Sekolah Rakyat sehingga nantinya mahasiswa dan dosen itu bisa secara teratur, secara berkala, itu mendatangi Sekolah Rakyat ini untuk melakukan proses-proses pembinaan, motivasi," papar Brian.

Brian menyebut pembinaan akan mengarah ke dua jalur: akademik dan vokasi. Selain itu, siswa juga akan diberi gambaran nyata tentang dunia perkuliahan. Harapannya, pemahaman mereka jadi lebih baik dan motivasi untuk kuliah semakin kuat.

"Dengan adanya Perguruan Tinggi-Perguruan Tinggi yang membina para calon lulusan ini, diharapkan adik-adik kita dari Sekolah Rakyat itu menjadi lebih baik pemahamannya. Mereka juga menjadi lebih termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi," katanya.

Soal biaya? Brian punya jawabannya. Ia menjanjikan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) untuk lulusan Sekolah Rakyat yang memenuhi syarat dan diterima di perguruan tinggi.

"Tadi kami sudah bicarakan juga, tentu karena adik-adik ini berasal dari Desil 1, 2, ya Pak, itu yang juga memenuhi standar untuk diberikan beasiswa KIP-K. Sehingga mereka dapat dipastikan bahwa mereka juga akan menerima beasiswa KIP-K," janji Brian.

Kerja sama ini, jika berjalan mulus, bisa jadi terobosan. Dari ruang rapat menteri, harapannya mengalir hingga ke ruang kelas Sekolah Rakyat, membuka pintu yang selama ini mungkin terasa berat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler