Utut Adianto Buka Rapat Tertutup dengan TNI: Reset ke Kilometer Nol untuk Papua

- Senin, 24 November 2025 | 14:25 WIB
Utut Adianto Buka Rapat Tertutup dengan TNI: Reset ke Kilometer Nol untuk Papua

Siang ini, suasana di Ruang Komisi I DPR RI di Senayan cukup tegang. Rapat Kerja antara Komisi I dan jajaran petinggi militer, mulai dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, baru saja dimulai. Acara yang berlangsung pada Senin (24/11/2025) ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I, Utut Adianto, didampingi para wakilnya.

Utut membuka pertemuan dengan sapaan hangat kepada para pimpinan TNI. Namun, sebelum masuk ke agenda inti, ia menyampaikan pesan yang cukup dalam. Pesan itu tentang merajut kembali persatuan nasional.

"Sebelum kita mulai rapatnya, sedikit dari pimpinan bahwa kita ini ke depan harus makin merajut persatuan nasional kita,"

ungkapnya di hadapan seluruh peserta.

Ia lantas mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto untuk selalu menatap ke depan. Gagasan tentang saling memaafkan dan memulai dari nol pun ia angkat. Nuansa rekonsiliasi terasa kuat di ruang itu.

"Semangat yang kita baca dari Bapak Presiden adalah me-restart, me-reset, kilometer 0 saling memaafkan menatap masa depan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi panduan kita bersama,"

tutur politisi Fraksi PDIP tersebut.

Di sisi lain, rapat yang dihadiri perwakilan delapan fraksi ini kemudian diminta untuk dilaksanakan secara tertutup. Tak ada lagi akses untuk publik mendengar pembahasan selanjutnya.

Berdasarkan agenda yang beredar, topik utama yang akan dibicarakan adalah situasi Papua, menyangkut kedaulatan dan stabilitas. Pembahasan juga akan menyentuh peran KODAM baru, serta kehadiran Brigif TP dan Yonif TP. Semuanya diklaim untuk memperkuat pertahanan dan mendukung kesejahteraan rakyat di sana. Agenda yang berat, dengan harapan yang tak kalah besarnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar