Prabowo Gelar Pertemuan Strategis dengan Raksasa Bisnis Rusia

- Kamis, 20 November 2025 | 16:05 WIB
Prabowo Gelar Pertemuan Strategis dengan Raksasa Bisnis Rusia
Pertemuan Presiden dengan Konglomerat Rusia

Presiden Prabowo Subianto kedatangan tamu penting dari Rusia, Kamis (20/11/2025) siang. Rombongan pengusaha AFK Sistema PAO diterima langsung olehnya di Istana Kepresidenan Jakarta. Tak sendirian, Prabowo didampingi oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P Roeslani serta Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo.

Menurut pantauan, Hashim bersama para eksekutif AFK Sistema, termasuk sang Co-founder Vladimir Yevtushenkov, tiba di Istana sekitar pukul 12.33 WIB. Yang menarik, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, juga ikut serta dalam pertemuan ini. Suasana terlihat cukup serius namun tetap hangat.

Usai acara, Rosan memberikan sedikit penjelasan kepada awak media. "Iya, tadi kami bertemu dengan grup dari Sistema, didampingi Duta Besar Rusia," ujarnya. Dia mengungkapkan bahwa ini bukan pertemuan pertama. "Kita pernah bertemu di Saint Petersburg sekitar Juni atau Juli lalu. CEO dan ownernya datang langsung kali ini, beserta seluruh jajaran direksi. Intinya, kita mau follow up beberapa kerja sama yang sudah dibicarakan dulu," lanjut Rosan dengan nada santai.

Nah, bidang kesehatan jadi salah satu fokus utama pembicaraan. Rosan menekankan bahwa Sistema adalah raksasa di sektor ini di Rusia. "Mereka punya lebih dari 160 rumah sakit, lho. Selain itu, mereka juga pemain besar di paten dan obat-obatan," jelasnya. Kerja sama dengan BUMN farmasi Indonesia seperti Biofarma dan Kimia Farma sudah mulai dirintis. Pertemuan di Bandung sebelumnya menjadi dasar untuk langkah selanjutnya.

Di sisi lain, ternyata bisnis Sistema tidak hanya di kesehatan. Perusahaan ini juga punya andil besar di bidang galangan kapal. "Mereka berencana bangun pabrik kapal listrik penumpang di sini. Kapasitasnya untuk 100 sampai 200 orang, buat transportasi antarpulau," kata Rosan. Rencananya, manufakturnya akan dibangun di Indonesia. Ini tentu bisa jadi angin segar bagi industri maritim kita.

Tak ketinggalan, sektor perhotelan juga dibahas. Rosan menyebut Sistema sebagai salah satu pemilik hotel terbanyak di Rusia. "Mereka tertarik untuk kerja sama manajemen hotel yang punya potensi di Indonesia. Nanti malam saya akan meeting lagi dengan mereka untuk follow up lebih lanjut," pungkasnya. Jadi, pertemuan singkat ini rupanya membuka peluang kolaborasi di berbagai lini. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar