Gubernur DKI Batal Resmikan Sentra Fauna & Kuliner Lenteng Agung, Ini Alasannya

- Minggu, 16 November 2025 | 12:55 WIB
Gubernur DKI Batal Resmikan Sentra Fauna & Kuliner Lenteng Agung, Ini Alasannya
Pembatalan Peresmian Sentra Fauna & Kuliner Lenteng Agung, Jakarta

Peresmian Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Dibatalkan Gubernur DKI

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membatalkan peresmian Sentra Fauna dan Kuliner yang terletak di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Pembatalan ini diumumkan langsung olehnya.

Alasan utama pembatalan ini adalah karena sentra tersebut dinilai belum sepenuhnya siap untuk dioperasikan. Pramono Anung menegaskan bahwa ia tidak ingin meresmikan tempat yang masih memiliki kekurangan dalam hal kelengkapan fasilitas pendukung.

"Saya yang membatalkan. Karena saya tidak mau kalau belum benar-benar siap, seperti ketersediaan air, listrik, dan sebagainya," ujar Pramono Anung.

Meskipun secara umum fasilitas utama sudah berdiri, Gubernur menilai masih ada detail-detail kecil yang perlu disempurnakan. Ia menginginkan standar kesiapan yang tinggi sebelum Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung ini dibuka untuk umum.

Komitmen Pemerintah untuk Kesejahteraan Pedagang

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memberikan kenyamanan bagi para pedagang yang direlokasi ke sentra ini. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah akan memberikan insentif berupa pembebasan biaya sewa kios selama enam bulan pertama setelah sentra resmi beroperasi.

Kebijakan ini bertujuan untuk meringankan beban pedagang selama masa transisi menuju lokasi usaha yang baru. Dengan demikian, diharapkan para pedagang dapat beradaptasi dan menjalankan usahanya dengan lebih nyaman.

Rincian Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung

Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung memiliki total 125 kios yang telah dibagi ke dalam beberapa zona. Pembagian zona ini disesuaikan dengan fungsi dan jenis usaha yang akan dijalankan, termasuk untuk menampung pedagang burung yang sebelumnya berjualan di Pasar Barito, Jakarta Selatan.

Rencana awal, kawasan ini akan memulai operasionalnya melalui acara soft launching. Namun, dengan adanya pembatalan dari Gubernur, tanggal operasional baru akan ditetapkan setelah semua fasilitas dinyatakan benar-benar siap.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar