Presiden Prabowo Hadiri KTT APEC 2025 di Korea, Bahas Konektivitas Regional

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 10:24 WIB
Presiden Prabowo Hadiri KTT APEC 2025 di Korea, Bahas Konektivitas Regional

Presiden Prabowo Hadiri KTT APEC 2025 di Korea, Bahas Konektivitas Regional

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) 2025 yang berlangsung di Hwabek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan. Kehadiran Presiden dalam forum ekonomi global ini menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama regional Asia Pasifik.

Sambutan Langsung dari Presiden Korea Selatan

Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo Subianto langsung disambut oleh Presiden Republik Korea, Lee Jae-Myung, di lantai utama ruang pertemuan. Pertemuan kedua pemimpin ini diapresiasi dengan pengambilan foto bersama yang menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan.

Tema dan Agenda Strategis KTT APEC 2025

Pada KTT APEC 2025 ini, Presiden Prabowo bersama para pemimpin ekonomi anggota APEC akan mengikuti sesi utama APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM). Pertemuan mengusung tema "Towards a More Connected, Resilient Region and Beyond", yang fokus pada penguatan konektivitas, ketahanan ekonomi, serta kolaborasi lintas kawasan di kawasan Asia Pasifik.

Agenda utama Presiden Prabowo dalam KTT ini adalah menyampaikan pandangan dan gagasan strategis Indonesia untuk mewujudkan kawasan Asia Pasifik yang saling terhubung, inovatif, dan sejahtera. Dalam sesi tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.

Makna Strategis Kehadiran Indonesia di KTT APEC

Keikutsertaan Indonesia dalam KTT APEC 2025 memiliki arti strategis yang sangat besar. Forum APEC merepresentasikan sekitar 60 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) global, sehingga menjadi platform penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam percaturan ekonomi internasional dan menarik investasi.

KTT APEC 2025 berlangsung pada tanggal 31 Oktober hingga 1 November 2025, menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan negara-negara ekonomi utama di kawasan Asia Pasifik.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler