Kasus Whoosh: Pintu Masuk Bongkar Ambisi Tiga Periode Jokowi?
Direktur Gerakan Perubahan dan anggota Advisory Board MSI, Muslim Arbi, menyatakan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) menyimpan banyak misteri. Menurutnya, kasus Whoosh berpotensi menjadi pintu masuk untuk mengungkap ambisi politik masa lalu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), termasuk upaya memperpanjang masa jabatan hingga tiga periode.
Muslim Arbi menjelaskan bahwa kerja sama proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) yang digagas pada era Jokowi merupakan indikasi kuat adanya kepentingan politik yang lebih dalam. "Whoosh adalah simbol gunung es dari kebijakan yang diselimuti kepentingan kekuasaan. Proyek ini tidak berdiri sendiri," ujarnya dalam sebuah kesempatan.
Ia mengungkapkan tiga skenario politik yang sempat beredar sebelum Pilpres 2019-2024 untuk memperpanjang masa kekuasaan Jokowi. Skenario pertama adalah memperbolehkan Jokowi menjabat tiga periode. Skenario kedua menunda pelaksanaan pemilu, dan skenario ketiga memperpanjang masa jabatan dua tahun dengan alasan pandemi COVID-19.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral