Fakta Mengejutkan: Pabrik Air Mineral di Subang Diduga Gunakan Air Sumur Bor, Bukan Mata Air Pegunungan
Klaim iklan "air berasal dari mata air pegunungan" sebuah merek air mineral ternama diduga kuat hanyalah ilusi. Kunjungan mendadak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke salah satu pabrik air mineral di Subang berhasil mengungkap fakta yang mengejutkan konsumen. Dalam inspeksi tersebut, Dedi menyoroti potensi kerusakan lingkungan serius akibat aktivitas industri air kemasan tersebut.
Hasil tinjauan lapangan justru menunjukkan fakta yang bertolak belakang dengan iklan. Air yang diproduksi ternyata berasal dari sumur bor tanah dalam, bukan langsung dari mata air alami pegunungan seperti yang selama ini digaungkan dalam kampanye pemasaran.
“Kenapa longsor?” tanya Dedi kepada perwakilan pabrik.
“Karena di atasnya itu ada sawah, Pak,” jawab sang perwakilan.
Jawaban tersebut justru memantik keheranan Gubernur. Dedi Mulyadi kemudian menegaskan bahwa aktivitas industri, termasuk penebangan pohon dan pengambilan air tanah dalam volume besar, dapat memperparah kerusakan lingkungan di kawasan Subang yang merupakan daerah pegunungan dan kawasan resapan air.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral