Komisaris TransJakarta Ancam Gorok Leher Orang, Ini Tindak Lanjut yang Diambil

- Senin, 20 Oktober 2025 | 20:25 WIB
Komisaris TransJakarta Ancam Gorok Leher Orang, Ini Tindak Lanjut yang Diambil
Belum ada gambar yang ditampilkan.

Transjakarta Tindak Komisaris yang Ancam "Gorok Leher Orang"

Manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memberikan tanggapan resmi terkait video viral yang memperlihatkan salah satu komisarisnya, Muhammad Ainul Yakin, mengancam akan "menggorok leher" orang dalam sebuah orasi.

Pernyataan Pribadi, Bukan Sikap Perusahaan

Komisaris Utama Transjakarta, Letjen TNI (Purn) Untung Budiharto, menegaskan bahwa pernyataan Ainul Yakin adalah pandangan pribadi. Ia menekankan bahwa hal tersebut sama sekali tidak mencerminkan sikap atau kebijakan resmi Transjakarta sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sebagai perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta, Transjakarta berkomitmen penuh untuk menjaga netralitas, profesionalitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika, toleransi, dan kebhinekaan dalam setiap aktivitas dan komunikasi publiknya.

Langkah Internal Segera Dijalankan

Menanggapi insiden ini, Transjakarta akan segera mengambil langkah internal. Rencananya, Dewan Komisaris bersama Direksi akan melakukan proses klarifikasi mendalam. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh jajaran perusahaan tetap mematuhi prinsip good corporate governance dan menjaga martabat kelembagaan.

Untung juga menegaskan bahwa Transjakarta senantiasa memberikan penghormatan kepada seluruh ulama, tokoh agama, dan komunitas pesantren di Indonesia, yang merupakan pilar moral bangsa. Pernyataan ini disampaikan untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat.

Kronologi Ancaman yang Viral

Video yang menjadi sorotan publik menunjukkan Muhammad Ainul Yakin berorasi di depan Kantor Trans7. Orasi ini dilakukan sebagai bentuk protes karena salah satu program televisi tersebut dinilai telah menyinggung pesantren dan ulama.

Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik itu, Ainul menyampaikan ancaman eksplisit. Ia menyatakan bahwa tugas organisasinya adalah menjaga kiai dan ulama, serta tidak segan untuk "menggorok leher" dan menghalalkan darah mereka yang dianggap mengolok-olok ulama Nahdlatul Ulama.

Untung Budiharto menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali komitmen Transjakarta untuk tetap fokus memberikan pelayanan transportasi terbaik bagi seluruh warga Jakarta, tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, atau golongan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler