Mahfud MD Soroti Nasib Tim Investigasi Kerusuhan dan Tuntutan 17+8 yang Tak Kunjung Jelas

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Mahfud MD Soroti Nasib Tim Investigasi Kerusuhan dan Tuntutan 17+8 yang Tak Kunjung Jelas

Memasuki Agustus 2026, publik kembali mempertanyakan kelanjutan tim investigasi kerusuhan akhir Agustus 2025 yang sempat diusulkan Gerakan Nurani Bangsa (GNB). Usulan itu disampaikan langsung oleh GNB kepada Presiden Prabowo di Istana. Tak hanya itu, tuntutan 17 8 yang sempat didengungkan mahasiswa setahun lalu juga masih menggantung.

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, menyayangkan usulan-usulan yang sempat disebut diterima dan dipertimbangkan itu tak kunjung ada kejelasan. "Waktu itu katanya akan dipertimbangkan, tapi sekarang juga tidak ada hasilnya. Dari GNB itu kan lalu timbul 17 8 tuntutan mahasiswa, sekarang juga tidak ada itu, dijanjikan oke oke oke diselesaikan, tapi tidak ada hasilnya," kata Mahfud dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Senin (10/08/2026).

Ia menilai kondisi hampir serupa turut dialami Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP). Mahfud yang sempat menjadi anggota KPRP menyampaikan, yang membedakan KPRP sudah bekerja tiga bulan keliling menyaring aspirasi dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan, KPRP mampu menghasilkan dan sudah menyerahkan laporan akhir secara langsung kepada Presiden Prabowo di Istana. Laporan berwujud sepuluh buku masukan verbatim dari masyarakat sipil, termasuk rekomendasi-rekomendasi praktis.

Namun, ia menyampaikan, revisi UU Polri yang baru sama sekali tidak memperhatikan lebih-lebih melaksanakan rekomendasi yang sudah diberikan KPRP. Mahfud berpendapat, UU Polri yang baru menjadi penegas tidak adanya reformasi terhadap Polri. Bagi Mahfud, itu semua tidak berpengaruh karena dirinya sudah membuktikan berbuat maksimal saat diminta membantu negara memperbaiki Polri. Soal masa kerja KPRP, ia menegaskan, hanya tiga bulan dan sudah dibubarkan usai laporan ke Presiden Prabowo.

"Tidak usah disuruh bubar, memang sudah bubar dan hasilnya tampaknya masuk ke tong sampah saja. Tidak apa-apa, bukan urusan saya, urusan saya bicara kebenaran, atau apa yang saya yakini benar dan apa yang saya yakini baik. Itu yang saya bicarakan," ujar Mahfud.

Kekhawatiran di Agustus 2026

Untuk Agustus 2026, Mahfud mengingatkan banyak kejadian yang menimbulkan kekhawatiran publik. Salah satunya pagar-pagar tinggi yang dibangun sejumlah pusat perbelanjaan karena khawatir terjadi gelombang demonstrasi lagi. Apalagi, selama beberapa tahun terakhir, Agustus selalu menjadi bulan di mana peristiwa-peristiwa besar terjadi, terutama soal politik, hukum, dan pemerintahan.

Meski begitu, Mahfud berharap situasi dan kondisi aman terkendali di Agustus 2026. "Mudah-mudahan Agustus ini memberi berkah kepada kita agar hati kita, pikiran kita, dan kesetiaan kita tetap terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan segala merah putihnya. Itulah maksud dari yang saya selalu katakan di setiap kita bertemu, jangan pernah lelah untuk mencintai Indonesia," kata Mahfud menutup.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags