Mahfud MD: Indonesia Sudah Maju, tapi Belum Baik-Baik Saja

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Mahfud MD: Indonesia Sudah Maju, tapi Belum Baik-Baik Saja

Pakar hukum tata negara Mahfud MD mengajak masyarakat untuk jujur menilai kondisi Indonesia di usianya yang ke-81 tahun. Dalam sebuah diskusi bertajuk Solilokui Kemerdekaan, ia menegaskan bahwa bangsa ini telah mengalami banyak kemajuan, tetapi di sisi lain masih menyimpan sejumlah persoalan yang tak bisa diabaikan.

"Saya mulai dengan Anda berbohong, Anda berdusta. Anda bohong besar jika Anda mengatakan kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu tidak membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia, bohong itu. Tapi, juga Anda berdusta jika Anda mengatakan Indonesia sekarang ini sedang baik-baik saja," kata Mahfud dalam podcast yang ditayangkan di kanal YouTube-nya, Rabu (19/08/2026).

Menurut Mahfud, setiap kali memasuki suasana 17 Agustus, ada perasaan yang campur aduk. Rasa gembira dan haru muncul karena Indonesia telah merdeka, bersatu, dan berdaulat. Namun, kesedihan dan kemarahan juga hadir karena cita-cita keadilan dan kemakmuran masih jauh dari kenyataan.

"Padahal, merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur itu adalah satu paket dari Indonesia yang diidamkan oleh para pendiri negara. Meski begitu, rakyat masih tetap cinta Indonesia dan menggantungkan harap kepada Indonesia," ujarnya.

Mahfud menilai, jika dilihat dari titik tolak proklamasi 1945, Indonesia sudah melesat jauh. Namun, kemajuan itu belum optimal karena masih banyak hambatan yang mengadang. Ia mengingatkan, pada masa awal kemerdekaan, hampir seluruh rakyat hidup dalam kemiskinan dan hanya segelintir keluarga priyayi yang bekerja sama dengan Belanda yang menikmati kehidupan layak. Kini, angka kemiskinan berkurang drastis.

"Bagaimana soal pendidikan? Itu juga sudah bagus. Mari kita lihat perkembangannya sekarang. Pada tahun 1945, rakyat Indonesia pribumi lebih banyak yang tidak bisa bersekolah setingkat SD sekalipun. Sekarang, ini sudah terbuka lebar pintu-pintu untuk sekolah, sehingga rakyat Indonesia sudah begitu maju di bidang pendidikan," paparnya.

Selama 81 tahun merdeka, Mahfud menekankan bahwa banyak kemajuan yang patut disyukuri karena kemerdekaan menjadi jembatan emas. Setiap pergantian kepemimpinan, ia menilai, selalu lahir kemajuan-kemajuan baru, meski tak lepas dari kekurangan.

Meski demikian, Mahfud menolak menutup mata atas realitas yang terjadi saat ini. Ia menyebut potret hari ini memberikan tamparan keras yang tak bisa dielakkan.

"Bagaimana potret Indonesia terkini Pak Mahfud, apakah sudah baik-baik saja? Saya bilang, Anda dusta kalau mengatakan Indonesia ini sekarang baik-baik saja," tegasnya.

Mahfud mengingatkan bahwa kemerdekaan adalah jembatan emas menuju Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Namun, target Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa introspeksi atas berbagai hambatan yang muncul.

Ia juga merespons demonstrasi BEM se-Jabodetabek pada 18 Agustus 2026. Mahfud memahami tagar 'merebut kemerdekaan' yang diusung, meski terdengar seperti hardikan kasar bagi bangsa yang telah merdeka.

"Tapi, substansinya memang tidak salah. Secara formal konstitusional kita memang sudah merdeka, bersatu, berdaulat, tapi secara real esensi kemerdekaan itu belum dirasakan rakyat banyak karena terjadi ketidakadilan. Sehingga, tidak bisa muncul kemakmuran meski pertumbuhan ekonomi dapat dikatakan berjalan konsisten dan stabil. Capaian janji kemerdekaan kita sangat lambat karena terhambat oleh ketidakadilan," pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags