Mantan Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS (NCTC), Joe Kent, mengkritik kebijakan pemerintahan Trump yang dinilainya keliru dalam menghadapi Iran. Dalam cuitannya di akun X, Kent menegaskan bahwa komunitas intelijen AS sebenarnya telah memberikan penilaian yang akurat mengenai kemungkinan Iran menutup Selat Hormuz, namun pemerintah Israel dan para pelobi berhasil meyakinkan Presiden Trump bahwa menghadapi Iran akan semudah menghadapi Venezuela.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas kegagalan AS mengantisipasi tindakan Iran yang menutup Selat Hormuz serta serangan terhadap negara-negara Teluk. Kent, yang mengundurkan diri pada Maret 2026 karena perbedaan pandangan dengan Trump, menyoroti bahwa perang yang didorong Israel sejak Februari 2026 justru membuat AS terperosok dalam konflik berkepanjangan yang merugikan kepentingan nasionalnya.
"Komunitas Intelijen AS telah mengkaji hal ini dan secara konsisten memberikan laporannya. Sayangnya, pemerintah Israel dan para pelobi merekalah yang meyakinkan Presiden bahwa menghadapi Iran akan semudah menghadapi Venezuela," tulis Kent.
Pernyataan tegas ini mengindikasikan adanya celah antara informasi intelijen dengan keputusan politik yang diambil. Kent, yang dikenal vokal mengkritik kebijakan luar negeri AS, menilai bahwa pengaruh asing telah mengaburkan pertimbangan strategis di Gedung Putih.
Artikel Terkait
Trump Klaim Perang dengan Iran Segera Berakhir
Harga Minyak Menguat, Komoditas Lain Bervariasi
Harga Minyak Melonjak Akibat RUU Iran Soal Selat Hormuz
Kepala Negosiator Iran Sindir Trump: Diplomasi Sandiwara yang Gagal