Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyoroti tingginya angka kekerasan seksual di Indonesia yang mencapai 3.691 korban pada 2025. Ia menilai kondisi ini memprihatinkan dan penanganannya belum maksimal.
“Bahwa keadaan pada saat ini membuat kita kalut. Bagaimana kemudian di tahun 2025 itu ada 3.691 korban tindak kekerasan seksual,” ujarnya dalam acara peluncuran program Dana Bantuan Abadi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Hotel Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (7/8).
Menurut Dasco, angka tersebut menunjukkan penanganan kasus kekerasan seksual di Indonesia masih jauh dari optimal. “Kemudian penanganannya sangat tidak maksimal dikarenakan satu dan lain hal termasuk dukungan pendanaan,” sambungnya.
Ia menegaskan bahwa intervensi negara menjadi faktor kunci dalam penanganan kasus kekerasan seksual. “Tadi kemudian diminta bahwa kemudian negara harus benar-benar hadir di sekitar korban,” katanya.
Dasco menyampaikan hal tersebut saat menjadi keynote speaker dalam peluncuran program Dana Bantuan Korban dari LPSK. Pada kesempatan itu, ia juga menggalang dana untuk program tersebut. Dalam waktu 10 menit, dana yang terkumpul mencapai Rp 201 miliar, atau sekitar 20 persen dari target Rp 1 triliun.
“Saya di sini tadi 10 menit sudah menelepon beberapa lembaga dan orang, dan alhamdulillah untuk malam ini sudah terkumpul Rp 201 miliar,” pungkasnya.
Artikel Terkait
DPR Siap Bantu LPSK Penuhi Dana Abadi Rp 1 Triliun
Perpres Perlindungan Pekerja Transportasi Online Ditargetkan Terbit Sebelum 17 Agustus
Sosok di Balik Senyap: Sufmi Dasco Ahmad dan Gaya Politik yang Membuat Lawan Bicara Menahan Diri
Pria di Makassar Diciduk Usai Aniaya dan Cabuli Pacar, Rekaman Dikirim ke Orang Tua