Sebuah serangan rudal yang dilancarkan milisi Houthi Yaman menghantam wilayah selatan Arab Saudi pada Kamis (6/8), melukai 11 orang. Peristiwa ini menambah ketegangan di kawasan yang sudah dilanda konflik berkepanjangan.
Juru Bicara Koalisi Militer Saudi, Mayjen Turki al-Maliki, mengungkapkan bahwa korban luka terdiri dari tujuh warga negara Arab Saudi, satu warga Yaman, dua warga Mesir, dan satu warga Pakistan. "Seorang di antara mereka adalah anak berusia 4 tahun yang mengalami luka bakar tingkat dua," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Jumat (7/8).
Serangan terjadi di sebelah selatan Provinsi Najran. Maliki menuding kelompok Houthi sebagai dalang di balik aksi ini dan menegaskan bahwa tindakan tersebut secara sengaja melanggar hukum humaniter internasional. "Koalisi akan menindak tegas setiap ancaman demi melindungi warga sipil," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Houthi maupun Iran yang selama ini dikenal sebagai pendukung milisi tersebut.
Serangan ini merupakan bagian dari konflik yang lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama lima bulan. Iran menyerang Arab Saudi karena dianggap memfasilitasi pangkalan militer AS. Sementara itu, Houthi yang didukung Iran juga telah memblokade Laut Merah, mengganggu jalur ekspor minyak mentah Saudi dan memperparah ketegangan regional.
Artikel Terkait
Saudi Eksekusi Mati Pengedar Narkoba Residivis di Riyadh
Yaman Tutup Pelabuhan Mokha Usai Dihantam 25 Rudal Houthi
Kapal Berisi 3 WNI Diserang Drone di Yaman, Satu Dikabarkan Meninggal
Pakistan Kecam Serangan Houthi yang Tewaskan Tiga Warga Negaranya di Laut Merah