Dokter PPDS Dinonaktifkan Usai Komentar Sinis ke Pasien BPJS, RSUP Sardjito Buka Suara

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:25 WIB
Dokter PPDS Dinonaktifkan Usai Komentar Sinis ke Pasien BPJS, RSUP Sardjito Buka Suara

RSUP dr. Sardjito Yogyakarta resmi menonaktifkan sementara seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah komentarnya kepada pasien BPJS Kesehatan menuai kecaman luas. Dokter tersebut adalah Elda Putri Rahardini, yang kini tengah menjalani proses pembinaan lebih lanjut.

Manajer Hukum dan Humas RSUP dr. Sardjito, Banu Hermawan, mengonfirmasi bahwa langkah tegas ini diambil sebagai respons atas unggahan Elda di media sosial yang dinilai tidak pantas. "Dokter yang memberikan komentar tersebut merupakan dokter peserta didik dari FK-KMK UGM dan RSUP Dr. Sardjito. Jadi ini murni peserta didik yang melakukan unggahan di media sosial secara personal," ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Banu menegaskan bahwa Elda bukan dokter tetap rumah sakit, melainkan peserta didik yang sedang menjalani pendidikan spesialis. Pihak rumah sakit, lanjutnya, telah menonaktifkan yang bersangkutan sementara waktu sambil menunggu mekanisme pembinaan dalam pendidikan kedokteran.

Klarifikasi Pasien Bukan dari Sardjito

RSUP dr. Sardjito juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial bahwa Yurizal Tri Chaerawan, pasien yang dikomentari Elda, bukanlah pasien mereka. Yurizal merupakan pasien di salah satu rumah sakit di Bogor, Jawa Barat. "Jelas bahwa pasien tersebut bukan pasien dari Rumah Sakit Sardjito. Jadi ini pasien murni pasien di luar Rumah Sakit Sardjito," tegas Banu.

Klarifikasi ini disampaikan karena kasus Yurizal sempat dikaitkan dengan RSUP dr. Sardjito akibat komentar Elda yang beredar luas. Nama Elda menjadi sorotan setelah akun Threads yang dikaitkan dengannya mengomentari unggahan Yurizal yang mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap sebagai pasien BPJS Kesehatan. Komentar tersebut berbunyi, "PP-nya kaya orang have tetapi aslinya haven't kah? Haven't some brain cells."

Ucapan itu menuai kritik karena dinilai menghina pasien dan tidak mencerminkan empati seorang dokter. Polemik semakin membesar setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Di tengah kecaman publik, Elda menyampaikan permintaan maaf melalui surat terbuka dan mengakui komentarnya tidak pantas serta tidak etis.

Sejumlah Tenaga Kesehatan Minta Maaf

Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal di Threads pada 22 Juli 2026 yang mengeluhkan lamanya menunggu kamar rawat inap. Alih-alih mendapat simpati, unggahan tersebut justru dibalas komentar sinis dari sejumlah akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan. Setelah Yurizal meninggal, tangkapan layar komentar-komentar itu kembali viral dan memicu kemarahan publik.

Sejak polemik mencuat, sejumlah tenaga kesehatan telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, di antaranya dr. Benny Christian Sihombing, dr. Elda Putri Rahardini, Widhiyarini Pangestika, Hilda Clarissa Theophilus, dan Norma Zahara. Meski belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan meninggalnya Yurizal dengan lamanya menunggu ruang rawat inap, kasus ini menjadi sorotan nasional dan memicu evaluasi terhadap etika tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags