Kemenkes Prihatin soal Dugaan Dokter Hina Pasien BPJS, Ingatkan Tenaga Medis Tak Boleh Membeda-bedakan

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:18 WIB
Kemenkes Prihatin soal Dugaan Dokter Hina Pasien BPJS, Ingatkan Tenaga Medis Tak Boleh Membeda-bedakan

Kementerian Kesehatan angkat bicara terkait viralnya percakapan yang diduga berisi penghinaan terhadap pasien BPJS Kesehatan oleh sejumlah tenaga medis. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Azhar Jaya, menyatakan keprihatinannya jika kabar tersebut benar.

Azhar menegaskan bahwa dokter dan tenaga kesehatan tidak boleh membeda-bedakan pasien berdasarkan status BPJS maupun non-BPJS. Ia juga mengingatkan agar informasi yang beredar dipastikan kebenarannya terlebih dahulu.

“Yang jelas jika tulisan itu betul dari dokter atau nakes, maka saya pribadi menyatakan prihatin karena seorang dokter dan nakes tidak boleh membeda-bedakan pasien BPJS atau non-BPJS,” kata Azhar dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8).

Ia meminta polemik ini dilihat secara utuh. Azhar ingin menelusuri lebih lanjut kejadian di lapangan yang mungkin memicu komentar tersebut.

“Jangan hanya memuat satu sisi saja dokter atau nakes menghina pasien, tapi cek juga kira-kira kejadiannya di lapangan seperti apa sehingga mereka menulis seperti itu,” ujarnya.

Azhar juga mengimbau para tenaga medis agar tidak mengumbar persoalan dengan pasien atau keluarganya melalui media sosial atau grup percakapan. Menurutnya, hal itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Saya juga berharap jika dokter atau nakes mendapat perlakuan yang tidak baik dari keluarga pasien, maka saya harap ini tidak diumbar melalui sosmed, WA group, dan lain-lain karena bisa menimbulkan mispersepsi jika keluar dan beredar di masyarakat,” tutup Azhar.

Sekilas Kasus

Viralnya kasus ini bermula dari unggahan akun @yurizaltrich di Threads pada 22 Juli 2026. Ia menulis, “8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS.” Unggahan tersebut ramai dikomentari, termasuk oleh sejumlah orang yang belakangan diketahui sebagai dokter dan perawat, dengan nada negatif.

Beberapa hari kemudian, seorang netizen yang mengaku sepupunya mengabarkan bahwa pasien tersebut meninggal dunia pada 31 Juli. Setelah ramai diperbincangkan, sejumlah tenaga kesehatan yang terlibat dalam komentar negatif itu kemudian menyampaikan permintaan maaf.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags