Survei: Mayoritas Warga Israel Ragu Netanyahu Bisa Raih Kemenangan Total atas Hamas

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Survei: Mayoritas Warga Israel Ragu Netanyahu Bisa Raih Kemenangan Total atas Hamas

Sebuah jajak pendapat yang dirilis menjelang pemilihan umum Israel menunjukkan mayoritas warga Israel meragukan janji Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mencapai "kemenangan total" atas Hamas di Gaza. Survei yang dilakukan oleh lembaga Midgam untuk saluran televisi Channel 12 itu menemukan bahwa 62 persen responden tidak percaya Israel akan pernah mencapai hasil tersebut, sementara hanya 25 persen yang meyakininya.

Jajak pendapat yang melibatkan 503 responden dengan margin kesalahan 4,4 persen ini juga mengungkap kebuntuan politik yang berkelanjutan. Proyeksi perolehan kursi menunjukkan blok sayap kanan pimpinan Netanyahu akan memenangkan 50 kursi di Knesset yang beranggotakan 120 orang, sementara gabungan partai oposisi diproyeksikan mengamankan 56 kursi. Sebuah daftar sentris kecil yang untuk sementara dinamai Rumah Zionis, dipimpin oleh Chili Tropper dan Yoaz Hendel, diproyeksikan memperoleh empat kursi. Jika daftar ini bergabung dengan koalisi anti-Netanyahu, oposisi akan mencapai 60 kursi hampir mayoritas.

Partai-partai yang mayoritas beranggotakan orang Arab, Ra'am dan Hadash-Ta'al, masing-masing mendapatkan lima kursi. Secara lebih rinci, Likud dan partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot sama-sama memperoleh 23 kursi. Daftar Together pimpinan Naftali Bennett menyusul dengan 14 kursi, Demokrat dengan 10 kursi, Yisrael Beytenu dengan sembilan kursi, United Torah Judaism dengan delapan kursi, Shas dan Otzma Yehudit masing-masing tujuh kursi, dan Zionisme Religius dengan lima kursi. Angka-angka ini secara umum selaras dengan jajak pendapat terbaru lainnya yang menunjukkan tidak ada pihak yang memiliki jalan jelas untuk membentuk pemerintahan yang stabil.

Mengenai pertanyaan tentang perdana menteri pilihan, Netanyahu dan Eisenkot bersaing ketat secara statistik, masing-masing didukung oleh 37 persen responden. Netanyahu juga memiliki keunggulan tipis atas Bennett, 38 persen berbanding 37 persen.

Di luar pertanyaan tentang "kemenangan total", jajak pendapat ini mengungkap skeptisisme mendalam tentang hasil yang lebih luas dari hampir tiga tahun perang. Enam puluh dua persen responden tidak percaya Netanyahu telah "memimpin Israel menuju kemenangan setelah tiga tahun perang," dibandingkan dengan 28 persen yang percaya. Mayoritas besar juga menolak kemungkinan bahwa Hamas atau Hizbullah akan setuju untuk melucuti senjata 72 persen berbanding 18 persen mengenai Hamas, dan 63 persen berbanding 23 persen mengenai Hizbullah.

Pemilihan umum legislatif Israel dijadwalkan digelar pada 27 Oktober 2026. Ini merupakan pemilu pertama yang diadakan di Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan rangkaian perang yang melibatkan Gaza, Lebanon, serta Iran. Pemungutan suara ini secara luas dipandang sebagai referendum atas kepemimpinan Netanyahu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags