Pemimpin kelompok perlawanan Afghanistan United Front, Sami Sadat, secara resmi menyatakan perang terhadap pemerintahan Taliban dan mengumumkan dimulainya operasi militer. Pernyataan itu disampaikan melalui sebuah video yang beredar di media sosial, di mana Sadat berbicara dalam bahasa Pashto dan Dari.
Dalam video berdurasi sekitar dua menit itu, Sadat memerintahkan seluruh anggota militer dari kelompok yang dikenal sebagai Front Bersatu Afghanistan untuk memulai operasi pembebasan. Ia menyebut Taliban sebagai penjajah dan menegaskan bahwa target utama serangan adalah anggota, kepemimpinan, serta markas-markas Taliban, terutama kelompok yang dinilai paling brutal terhadap perempuan, pemuda, dan pasukan keamanan.
Sadat juga mengkritik keras komunitas internasional yang dianggapnya mengabaikan penderitaan rakyat Afghanistan. Menurutnya, setelah bertahun-tahun di bawah kekuasaan Taliban, masyarakat masih menghadapi penangkapan, penyiksaan, pembunuhan, dan migrasi massal.
Ia menegaskan bahwa jalur negosiasi dengan Taliban telah gagal total. Oleh karena itu, perlawanan bersenjata menjadi pilihan terakhir yang mereka ambil. Sadat sengaja mengenakan seragam tentara nasional Afghanistan terdahulu untuk membangkitkan semangat juang pasukannya.
Video ini memicu beragam reaksi. Sebagian pihak mendukung langkah perlawanan, sementara yang lain menilai gerakan ini didalangi oleh kepentingan asing. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Taliban mengenai pernyataan perang tersebut.
Artikel Terkait
Perang Tanpa Akhir: Pola Lama yang Kembali Menghantui AS di Iran
Ketika Kekuasaan Menguji Kesederhanaan
Banjir Dahsyat di Nuristan Afghanistan, Lebih dari 100 Orang Hilang
Kekalahan Portugal dari Spanyol Picu Gelombang Emosi di Afghanistan: Penggemar Berduka atas Kepergian Ronaldo dari Piala Dunia