Delapan orang tewas akibat serangan drone Ukraina yang menghantam sejumlah wilayah Rusia sejak Sabtu (2/8) malam hingga Minggu (3/8). Selain menimbulkan korban jiwa, serangan itu juga menyasar fasilitas industri, permukiman warga, hingga gudang milik perusahaan e-commerce terbesar Rusia, Wildberries.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencegat dan menghancurkan 635 drone Ukraina yang diluncurkan sepanjang malam. Salah satu serangan menghantam gudang Wildberries di wilayah Samara, sekitar 800 kilometer dari garis depan perang. Gubernur Samara, Vyacheslav Fedorishchev, mengatakan serangan tersebut memicu kebakaran, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Wildberries merupakan platform perdagangan daring terbesar di Rusia dan kerap disebut sebagai pesaing Amazon di negara tersebut. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah fasilitas perusahaan itu beberapa kali menjadi sasaran serangan drone.
Permukiman dan Fasilitas Strategis Jadi Sasaran
Korban jiwa juga dilaporkan di wilayah Saratov. Gubernur Roman Busargin mengatakan dua warga tewas setelah sebuah drone menghantam bangunan tempat tinggal di Kota Engels. Selain kawasan permukiman, sejumlah infrastruktur sipil di Engels dan Saratov turut mengalami kerusakan.
Wilayah Saratov memiliki kilang minyak besar, sementara Engels menjadi lokasi pangkalan udara militer Rusia. Kedua kawasan tersebut berulang kali menjadi sasaran serangan Ukraina sejak perang berlangsung. Militer Ukraina mengklaim pasukannya berhasil menyerang kilang minyak Saratov dan pangkalan udara Engels hingga memicu kebakaran di kedua lokasi tersebut.
Kiev menyatakan telah menggempur sebuah depot penyimpanan minyak di wilayah Kaluga, Rusia barat. Di wilayah Udmurtia, tiga orang dilaporkan tewas dan dua lainnya terluka akibat serangan drone. Sementara di wilayah perbatasan Belgorod, otoritas setempat melaporkan tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Di Bashkortostan, Gubernur Radiy Khabirov mengatakan sistem pertahanan udara Rusia berhasil menggagalkan serangan drone yang menyasar kawasan industri di ibu kota regional Ufa. Salah satu drone ditembak jatuh, namun sempat memicu kebakaran yang kemudian berhasil dikendalikan.
Rusia Klaim Balas Serang Ukraina
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan militernya melancarkan serangan balasan ke sejumlah target di Ukraina. Moskow mengklaim menghantam fasilitas infrastruktur serta dua kapal yang membawa muatan militer di Pelabuhan Mykolaiv. Rusia juga mengaku menyerang sebuah kapal lain yang mengangkut perlengkapan militer di Laut Hitam.
Sementara otoritas Ukraina melaporkan serangan Rusia juga menimbulkan korban jiwa. Gubernur Zaporizhzhia Ivan Fedorov mengatakan, bom luncur yang dijatuhkan Rusia menghantam kota tersebut, menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 21 lainnya.
Serangan saling balas antara Rusia dan Ukraina terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kiev semakin sering menggunakan drone jarak jauh untuk menyerang sasaran ekonomi, energi, dan logistik jauh di dalam wilayah Rusia, sementara Moskow terus menggempur berbagai kota di Ukraina dengan rudal, drone, dan bom berpemandu.
Artikel Terkait
Serangan Rudal Rusia Tewaskan Sembilan Orang di Kyiv
Serangan Rudal Rusia Kembali Hantam Kiev, Tiga Tewas
Rusia Terbitkan Surat Penangkapan Internasional untuk Pendiri Telegram Pavel Durov
Rusia dan Turkmenistan Kecam Serangan ke Kapal Iran di Laut Kaspia