Arab Saudi dan 13 Negara Bentuk Aliansi Pertahanan Maritim untuk Amankan Jalur Perdagangan

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40 WIB
Arab Saudi dan 13 Negara Bentuk Aliansi Pertahanan Maritim untuk Amankan Jalur Perdagangan

Arab Saudi bersama 13 negara mitra resmi membentuk aliansi pertahanan maritim baru bernama Multinational Maritime Defense Alliance. Aliansi ini bertujuan mengamankan jalur perdagangan internasional di Laut Merah, Selat Bab al-Mandeb, dan Teluk Aden dari ancaman blokade serta serangan maritim.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi keamanan maritim di Riyadh pada 30 Juli 2026. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ancaman terhadap pelayaran internasional, terutama setelah serangan yang diklaim dilakukan milisi Houthi Yaman terhadap kapal dagang dan fasilitas energi di kawasan tersebut.

Berdasarkan deklarasi bersama yang dirilis Kementerian Pertahanan Arab Saudi, terdapat 14 negara penandatangan awal yang tergabung dalam aliansi ini. Selain Arab Saudi sebagai negara pendiri sekaligus pemimpin koalisi, negara-negara lainnya adalah Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, Mesir, Yaman (pemerintah yang diakui internasional), Turki, Pakistan, Bangladesh, Nigeria, Sudan, Djibouti, dan Somalia.

Markas besar aliansi akan berkedudukan di Riyadh, Arab Saudi. Kehadiran aliansi ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi keamanan laut dan menjaga kelancaran arus perdagangan global yang melintasi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags