Arab Saudi bersama 13 negara mitra resmi membentuk aliansi pertahanan maritim baru bernama Multinational Maritime Defense Alliance. Aliansi ini bertujuan mengamankan jalur perdagangan internasional di Laut Merah, Selat Bab al-Mandeb, dan Teluk Aden dari ancaman blokade serta serangan maritim.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi keamanan maritim di Riyadh pada 30 Juli 2026. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ancaman terhadap pelayaran internasional, terutama setelah serangan yang diklaim dilakukan milisi Houthi Yaman terhadap kapal dagang dan fasilitas energi di kawasan tersebut.
Berdasarkan deklarasi bersama yang dirilis Kementerian Pertahanan Arab Saudi, terdapat 14 negara penandatangan awal yang tergabung dalam aliansi ini. Selain Arab Saudi sebagai negara pendiri sekaligus pemimpin koalisi, negara-negara lainnya adalah Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, Mesir, Yaman (pemerintah yang diakui internasional), Turki, Pakistan, Bangladesh, Nigeria, Sudan, Djibouti, dan Somalia.
Markas besar aliansi akan berkedudukan di Riyadh, Arab Saudi. Kehadiran aliansi ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi keamanan laut dan menjaga kelancaran arus perdagangan global yang melintasi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Artikel Terkait
Arab Saudi Diam-diam Galang Koalisi Internasional Hadapi Blokade Houthi di Laut Merah
Arab Saudi Jajaki Koalisi Internasional Lawan Blokade Houthi di Laut Merah
Denda Rp 480 Juta Menanti Biro Travel yang Lalai Laporkan Jemaah Overstay di Arab Saudi
Pangeran Khalid Temui Trump di Gedung Putih Usai Serangan Gabungan ke Irak