Iran secara terbuka memperingatkan negara-negara tetangganya untuk tidak menjadi tameng pertahanan Amerika Serikat jika ingin terhindar dari konflik militer. Peringatan keras itu disampaikan Mayor Jenderal Ali Abdollahi, komandan komando militer gabungan tertinggi Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, dalam komentar yang disiarkan stasiun televisi IRIB, Kamis (31/7/2026).
Abdollahi menegaskan bahwa tindakan AS terhadap Iran semakin berisiko memicu konflik regional yang meluas. Ia mendesak negara-negara Muslim di kawasan untuk meninjau kembali kerja sama keamanan mereka dengan Washington. Menurutnya, AS bermaksud menggunakan kekayaan, infrastruktur, dan sumber daya negara-negara regional sebagai perisai pertahanan dari militernya yang melemah.
"Negara-negara tersebut harus mempertimbangkan kembali kerja sama dan keselarasan mereka dengan AS," ujar Abdollahi. Ia memperingatkan bahwa negara mana pun yang berfungsi sebagai perisai pertahanan AS akan dilalap api perang.
Pernyataan ini mencerminkan ketegangan geopolitik yang sangat tinggi di Timur Tengah. Iran menuduh AS memanfaatkan wilayah negara-negara Teluk sebagai pelindung militer AS yang diklaim sedang melemah. Militer Iran juga menegaskan bahwa negara mana pun yang memfasilitasi serangan AS atau menampung pangkalan aktif AS akan dianggap sebagai target sah dan ikut hancur dalam konflik.
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS, dengan Iran sebelumnya menyatakan memiliki rencana untuk merespons setiap serangan AS. Belum ada tanggapan resmi dari negara-negara tetangga Iran terkait peringatan tersebut.
Artikel Terkait
Jepang Kalahkan Tiongkok, Tantang AS di Semifinal VNL 2026
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dengan Drone
AS Lancarkan Serangan Habis-habisan ke Iran, Target Militer Jadi Sasaran
Garda Revolusi Iran Sebut Dua Kapal Tanker AS Berbalik Arah Usai Kebakaran di Selat Hormuz