Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra mengaku pernah menjadi sasaran peretasan WhatsApp sesaat setelah terpilih, sebelum namanya melambung karena sikap kritisnya terhadap pemerintah. Pengakuan itu disampaikan dalam sebuah wawancara yang tayang di kanal YouTube, menjawab pertanyaan tentang kemungkinan adanya pihak yang mendukung di balik keberaniannya.
Fathimah menceritakan bahwa insiden peretasan tersebut terjadi tepat setelah ia dilantik, bahkan sebelum ia mulai vokal menyuarakan kritik. "Pas baru kepilih itu sempet ada yang kayak teror, WhatsApp aku di-hack gitu," ujarnya. Ia menegaskan tidak pernah memiliki backingan tertentu, melainkan kekuatan yang datang dari dukungan organik masyarakat.
Ketika disinggung kemungkinan teror serupa menimpa dirinya lagi, Fathimah mengaku tidak khawatir. Ia yakin keluarga, teman, dan dosen-dosennya akan menjadi garda terdepan yang melindunginya. "Mereka tuh extraordinarily aktif nanyain kondisi aku, keamanannya gimana, terutama dari keluarga," katanya.
Ia juga percaya bahwa dukungan dari masyarakat Indonesia yang selama ini mengikuti perjuangannya akan ikut menjaga. "Kekuatan-kekuatan yang original dan organik ini pada akhirnya bakal lebih kuat buat melindungi," ujarnya optimistis.
Dalam kesempatan itu, Fathimah juga berbicara tentang dinamika menjadi aktivis kampus yang kritis di tengah tekanan. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan kebenaran tanpa rasa takut.
Artikel Terkait
Fathimah Azzahra dan Gelora Suara Anak Muda yang Perlu Dikawal
Surat Terbuka untuk Prabowo: Belajar Mencintai Indonesia dari Fathimah Azzahra
Aksi BEM UI di Bundaran HI Dihadang Barikade Aparat, Mahasiswa Tertahan di Jalan Sudirman
Ahli Hukum: Pelarangan Demo di Bundaran HI Bisa Melawan Hukum