Pramono Wajibkan Bir Pletok dan Dodol di Balai Kota demi Lestarikan Budaya Betawi

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:12 WIB
Pramono Wajibkan Bir Pletok dan Dodol di Balai Kota demi Lestarikan Budaya Betawi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini menyuguhkan bir pletok dan dodol sebagai jamuan wajib bagi tamu yang berkunjung ke Balai Kota. Kebijakan ini diambil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai wujud komitmennya melestarikan budaya Betawi di lingkungan pemerintahan.

Pramono menegaskan bahwa nuansa Betawi kini tampil dalam hampir seluruh kegiatan pemerintahan, termasuk prosesi pelantikan pejabat. Ia bahkan mewajibkan pelantikan digelar setiap hari Rabu dengan pakaian adat Betawi.

"Saudara-saudara sekalian apa yang saya lakukan untuk Betawi karena janji saya. Kalau saudara-saudara lihat sekarang ini hampir semua kegiatan pemerintahan di Balai Kota warnanya Betawi," ujar Pramono saat menghadiri Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).

Menurut Pramono, suguhan khas Betawi yang sebelumnya tidak pernah tersedia kini menjadi bagian dari jamuan resmi. "Dan seluruh kegiatan di Balai Kota yang dulu enggak pernah ada yang namanya dodol yang saya pada waktu itu diajak Bang Foke pergi ke tempat itu. Sekarang dodol itu disajikan bahkan Bir Pletok menjadi minuman wajib bagi siapa pun yang datang ke Balai Kota," katanya.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menghadirkan budaya Betawi dalam kehidupan pemerintahan sehari-hari, bukan sekadar pertunjukan kesenian. Pramono juga mengapresiasi FBR yang dianggapnya memiliki akar rumput kuat di Jakarta.

"Maka dengan demikian Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian, sekali lagi saya bersyukur hari ini hadir milad FBR ke-25. Kenapa saya bersyukur? Yang pertama saudara-saudara sekalian, ini adalah organisasi akar rumput yang besar di Jakarta," jelasnya.

Ia pun mengaku tidak membatasi waktu untuk menghadiri acara yang dipimpin KH Lutfi Hakim tersebut. "Ini adalah organisasi yang solid. Enggak pernah saya datang ke acara yang sebenarnya mohon maaf lebih dari 1 jam atau 45 menit, jadwalnya gubernur ini padat banget, tapi untuk Kiai Lutfi (Ketum FBR) hari ini saya enggak membatasi," sambungnya.

Pramono menekankan bahwa pelestarian budaya Betawi tidak cukup hanya melalui simbol seperti ondel-ondel atau palang pintu. Menurutnya, hal terpenting adalah memastikan identitas dan nilai budaya Betawi diwariskan kepada generasi mendatang.

"Sehingga dengan demikian saudara-saudara sekalian hal yang menyangkut kebetawian bukan hanya urusannya ondel-ondel palang pintu, bukan. Urusan yang paling mendasar adalah menjawab pertanyaan Kiai Lutfi untuk anak-anak kita di masa depan," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags