Ayah Kandung di Bandung Barat Aniaya Balita hingga Luka dan Trauma

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:50 WIB
Ayah Kandung di Bandung Barat Aniaya Balita hingga Luka dan Trauma

Video penganiayaan seorang balita berusia 5 tahun oleh ayah kandungnya viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pelaku berinisial D (28) telah ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka fisik di sejumlah bagian tubuh akibat pemukulan dan penjambakan. Selain luka, korban juga mengalami trauma sehingga membutuhkan pendampingan psikologis.

Ibu korban, Rika (23), menuturkan penganiayaan terjadi pada Minggu (26/7/2026). Ia menduga pelaku kesal karena korban tidak mau diajak pulang dari rumah neneknya untuk dibawa ke kediaman sang ayah.

"Saya sama suami sudah pisah, anak tinggal di sana (rumah suami). Adeknya enggak mau pulang, kan dia dibawa pulang ke rumah mamah saya ke sini, dibawa lagi sama bapaknya, adeknya tidak mau, dipaksa," kata Rika saat ditemui di rumahnya, Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat, Jumat (31/7/2026).

Menurut Rika, aksi kekerasan terjadi di rumah mantan suaminya di Desa Cintaasih. Saat itu, korban dipukul dan dijambak hingga mengalami luka di wajah dan paha. "Hidungnya juga mengeluarkan darah akibat dari pukulan. Kalau luka di bagian pipi, kiri kanan, paha kanan," ujarnya.

Rika mengungkapkan, mantan suaminya diduga sudah beberapa kali melakukan kekerasan terhadap anaknya. Ia menyebut D memiliki sifat temperamental dan kerap bertindak kasar. "Memang dari dulu memang tempramental, ringan tangan, suka mabuk. Pas rumah tangga juga sering gitu (menyiksa)," tuturnya.

Saat ini, kondisi korban mulai membaik dan sudah kembali beraktivitas seperti bermain. Namun, Rika masih khawatir kejadian tersebut meninggalkan trauma mendalam yang belum terlihat.

Pemulihan Trauma

Kepala Puskesmas Cipongkor, KBB, Yuyun Sarihotima mengatakan korban penganiayaan perlu mendapatkan pemulihan trauma atau trauma healing. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis korban.

Yuyun menyebut pemeriksaan secara berkala masih diperlukan untuk mengetahui tingkat trauma yang dialami korban. Dari pemeriksaan awal, korban masih terlihat belum sepenuhnya responsif saat diajak berkomunikasi. "Tadi ditanya sama kita si adeknya masih terlihat bingung, respons sih respons tapi agak acuh, itu apakah posisinya ketakutan, atau memang tidak kenal," ucapnya.

Secara fisik, kata Yuyun, korban masih terlihat mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh, terutama area wajah dan paha.

Kasus penganiayaan anak balita di Bandung Barat ini kini ditangani pihak kepolisian. Pelaku berinisial D telah diamankan untuk mempertanggungjawabkan dugaan kekerasan yang dilakukan terhadap anaknya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags