Kebakaran di Grogol Selatan Hanguskan Gudang Obat, Diduga Akibat Korsleting

- Selasa, 28 Juli 2026 | 22:24 WIB
Kebakaran di Grogol Selatan Hanguskan Gudang Obat, Diduga Akibat Korsleting

Kebakaran yang melanda sebuah bangunan di Jalan Haji Salihun, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (28/7) malam, ternyata bukan rumah tinggal seperti informasi awal, melainkan gudang penyimpanan obat beserta kantor pengelolanya. Peristiwa itu diduga dipicu gangguan kelistrikan.

Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Poengky, mengatakan informasi awal yang diterima petugas menyebut objek yang terbakar merupakan permukiman. Namun setelah tiba di lokasi, petugas mendapati api berasal dari gudang obat.

"Jadi tadi informasi awal memang kita informasinya rumah padat hunian. Namun ternyata sampai di TKP gudang obat. Dan alhamdulillah tidak ada perambatan dan cepat dilokalisir. Dan sudah dilakukan pendinginan, sekarang udah dinyatakan padam, selesai," kata Poengky kepada wartawan usai pemadaman.

Api hanya membakar gudang obat dan kantor pengelola yang berada dalam satu bangunan. Gudang penyimpanan obat berada di lantai dua, sedangkan area lainnya di lantai bawah. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah fenomena kelistrikan, yang masih akan didalami melalui penyelidikan lebih lanjut.

"Penyebabnya sampai saat ini masih dalam penyelidikan. Dugaannya fenomena kelistrikan," ujarnya.

Bintara Data Gulkarmat Jakarta Selatan, Taufik, menambahkan informasi awal dari pengelola bangunan menyebut titik api pertama kali terlihat di lorong gudang obat, tepat di dekat mesin pengatur suhu penyimpanan obat yang terus beroperasi. "Informasinya seperti itu dari pengelola bangunannya. Posisinya ada di lorong sebelah kiri, pas di mesin yang tadi saya bilang. Mesin buat penyimpanan suhu obat," kata dia.

Saat kejadian, aktivitas di dalam bangunan telah berakhir karena jam kerja sudah selesai. Api pertama kali diketahui oleh petugas keamanan yang sempat berupaya memadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi gagal lantaran kobaran api sudah membesar. "Jadi awal mula itu security melihat ada penyalaan. Kemudian menggunakan alat pemadam APAR, namun tidak berhasil karena api sudah besar. Makanya langsung menghubungi pihak Damkar," jelas Taufik.

Laporan kebakaran diterima Gulkarmat pada pukul 18.48 WIB. Petugas mulai melakukan pendinginan pada pukul 20.12 WIB setelah api berhasil dilokalisir, sementara operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 21.13 WIB. Dalam proses pemadaman, Gulkarmat mengerahkan total 28 unit mobil pemadam dan 185 personel.

Poengky memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Api juga tidak merembet ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi. Meski demikian, sebagian isi gudang tidak seluruhnya terbakar. Poengky menyebut masih banyak kemasan obat yang berhasil diselamatkan karena api dapat segera dikendalikan. "Jadi masih banyak yang utuh. Kayak tempat-tempat obat tuh masih banyak, masih di dus tuh masih utuh juga," jelasnya.

Saat ini proses pemadaman dan pendinginan telah selesai. Polisi selanjutnya akan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags