Petarung MMA asal Irlandia, Paddy McCorry, mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan 'Bebaskan Palestina' setelah mengalahkan petarung Israel, Shuki Farage, dalam pertarungan kelas menengah di ajang Cage Warriors 189 di Roma, akhir pekan lalu. Kemenangan mutlak melalui keputusan bulat juri itu langsung menjadi viral karena dimensi geopolitik yang menyertainya.
McCorry mendominasi pertarungan sepanjang tiga ronde. Skor juri menunjukkan 30-27, 30-27, dan 30-26 untuk kemenangannya. Rekor McCorry kini menjadi 6-1-0, sementara Farage turun menjadi 2-2-0. Namun, yang paling menyita perhatian bukan sekadar hasil pertandingan.
Saat dalam posisi dominan di matras dan melayangkan siku, McCorry terekam meneriakkan 'Free Palestine' langsung ke arah lawannya. Selebrasi kemenangannya pun tak kalah kontroversial: begitu lengannya diangkat sebagai pemenang, ia membentangkan bendera Palestina di pundaknya dan kembali meneriakkan slogan yang sama. Unggahan di media sosial setelah laga, dengan takarir 'street justice' disertai emoji bendera Irlandia dan Palestina, semakin memanaskan diskusi.
Ketegangan laga ini meluas karena latar belakang kedua petarung. Farage diketahui sebagai mantan anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang pernah mengunggah dokumentasi tugas militernya. Di sisi lain, tindakan McCorry mencerminkan sikap politik masyarakat dan pemerintah Irlandia yang secara historis vokal mendukung hak-hak warga Palestina serta kritis terhadap aksi militer Israel di Gaza.
Insiden yang disiarkan melalui UFC Fight Pass ini memicu perdebatan sengit. Sebagian penonton memuji McCorry karena menggunakan panggung olahraga untuk menyuarakan isu kemanusiaan. Sebaliknya, pendukung Israel mengecam keras tindakan tersebut. Perdebatan tentang batas ekspresi politik dalam olahraga kembali mencuat.
Artikel Terkait
Deportasi Warga Palestina Tak Ganggu Hubungan RI-Palestina, Yusril Pastikan Tak Ada Penyerahan ke Israel
Prabowo Tegaskan Dukungan ke Palestina Tak Bisa Ditawar
Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif, Dukung Penuh Kemerdekaan Palestina
Kontroversi Deportasi Warga Palestina: Antara Teroris dan Ulama