Kericuhan di DPRD Riau Dinilai Memalukan, Golkar Minta Maaf

- Senin, 20 Juli 2026 | 18:30 WIB
Kericuhan di DPRD Riau Dinilai Memalukan, Golkar Minta Maaf

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyesalkan kericuhan yang melibatkan dua kader partainya di DPRD Riau. Ia menilai peristiwa yang terjadi pada Kamis (16/7) lalu itu memalukan, apalagi pertikaian dipicu urusan pribadi saat pembahasan anggaran untuk kepentingan publik.

“Melihat peristiwa yang terjadi dua hari lalu di DPRD, saya atau kami semua cukup menyayangkan dan sebenarnya peristiwa itu cukup memalukan. Ada perseteruan yang menyinggung urusan pribadi pada saat bahasan anggaran yang itu untuk kepentingan orang banyak, untuk kepentingan rakyat di Riau,” kata Doli saat dikonfirmasi, Senin (20/7).

Atas insiden tersebut, Doli menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Riau. Ia juga telah meminta jajaran pengurus Golkar di Riau untuk segera mengambil langkah penyelesaian.

“Jadi pertama, atas kejadian itu kami atas nama Partai Golkar tentu mohon maaf pada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Riau pasti yang tidak nyaman dengan kejadian itu,” ujarnya.

Doli berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara damai sehingga tidak kembali memicu keterlibatan para pendukung kedua belah pihak. “Kami juga sudah meminta pimpinan Partai Golkar di Riau untuk segera mengambil langkah-langkah mempertemukan dua kader anggota DPRD dari Partai Golkar itu untuk bisa segera menyelesaikan urusannya berdamai dan kemudian tidak lagi melibatkan massa pendukung masing-masing,” katanya.

Perhatian untuk Korban

Doli juga menyoroti adanya korban dalam kericuhan, terutama petugas keamanan yang mengalami cedera. Ia meminta DPD Golkar Riau memberikan perhatian terhadap para korban.

“Dan terhadap anggota masyarakat yang terkena langsung, ada yang cedera, terutama petugas keamanan di kantor DPRD. Tentu kami meminta supaya jajaran Partai Golkar punya perhatian untuk mereka segera bisa ditangani oleh rumah sakit dan bisa sembuh dengan segera,” ucapnya.

Sebelumnya, suasana Gedung DPRD Provinsi Riau yang biasanya kondusif mendadak ricuh pada Kamis (16/7) siang. Bentrokan antarpendukung dua anggota DPRD Riau pecah usai rapat Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Aksi saling pukul hingga pelemparan barang terjadi di ruang rapat dan lobi gedung.

Karena situasi tidak lagi kondusif, pimpinan rapat memutuskan menskors jalannya rapat. Setelah rapat dilanjutkan dan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB, situasi kembali memanas. Perdebatan kedua legislator kembali terjadi dan dengan cepat memicu bentrokan antarpendukung. Aksi saling pukul, saling maki, hingga pelemparan barang pun tak terhindarkan. Sejumlah barang, termasuk asbak yang berada di ruang rapat, dilaporkan sempat dilempar saat bentrokan berlangsung.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags