Misteri kematian seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), masih terus menjadi teka-teki. Perempuan yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan itu ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinas berpelat merah di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo. Polisi kini tengah menyelidiki kasus ini, dengan sejumlah fakta baru mulai terungkap mulai dari hasil autopsi, komunikasi terakhir korban, hingga kemunculan seorang pria misterius yang terekam kamera pengawas.
Jasad Ruly pertama kali ditemukan pada Rabu (25/6) setelah sejumlah pengemudi ojek online mencium bau menyengat dari sebuah Toyota Innova berpelat merah bernomor M 1090 GP. Salah seorang saksi, Bagus Tri (26), menceritakan bahwa rekannya melihat cairan menetes dari bawah mobil. "Lihat ada cairan itu kayak cairan enggak normal, menetes. Dipikirnya solar atau air radiator," ujarnya. Saat mengintip ke dalam, mereka mendapati seorang perempuan tergeletak di kursi penumpang depan. "Duduknya itu di sebelah kiri depan, di samping sopir. Posisinya tiduran. Kursinya njeglek ke belakang," kata Bagus. Kondisi jenazah saat itu sudah membengkak dan membusuk.
Belakangan, identitas korban terungkap sebagai Ruly Yunis Setiawati, ASN yang menjabat Sekretaris DPRKP Bangkalan. Bupati Bangkalan Lukman Hakim memastikan mobil tempat korban ditemukan adalah kendaraan dinas milik DPRKP. "Pelat nomor itu dipastikan memang pelat nomor dari mobil dinas kita," katanya. Namun, hingga kini pemerintah daerah belum mengetahui apakah keberangkatan korban menuju Bandara Juanda berkaitan dengan tugas kedinasan.
Lukman mengungkapkan bahwa korban sudah tidak masuk kantor sejak Kamis (18/6). "Informasi dari teman-teman mereka dari hari Kamis itu beliau memang belum masuk," ujarnya. Keterangan ini sejalan dengan pengakuan keluarga yang menyebut komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Sabtu (20/6). Menurut kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, pada Kamis korban berangkat bekerja seperti biasa. "Kalau hari Kamis berangkat seperti biasa ke kantor. Kemudian menghubungi, 'Oh nanti pulang lusa'," kata Risang. Keesokan harinya, korban masih sempat melakukan panggilan video dengan adiknya. "Jumat masih video call dengan adiknya." Pada Sabtu pagi, korban masih berkomunikasi dengan anak dan suaminya. "Sabtu pagi masih chatting. Sabtu siang sudah tidak bisa dihubungi," ujarnya.
Polisi kemudian melakukan autopsi di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong. Hasil pemeriksaan memastikan korban tidak sedang hamil, sekaligus meluruskan kabar yang sempat beredar. Kepala DPRKP Bangkalan Akhmad Roniyun Hamid mengatakan tubuh korban tampak membesar karena proses pembusukan. "Tidak, memang Bu Ruly gemuk dan kondisinya jenazah sudah mengembang karena katanya sudah meninggal tiga hari atau empat hari."
Hasil autopsi juga menemukan sejumlah temuan penting. Katim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong AKBP Ni Made Wiatini mengatakan terdapat luka robek pada cuping telinga kiri akibat benda tumpul. "Ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul." Selain itu, ditemukan kebiruan pada bibir dan pelebaran pembuluh darah di kelopak mata. "Kelainan ini lazim ditemukan pada mati lemas atau karena asfiksia." Pemeriksaan juga memastikan tidak ditemukan sperma pada hasil swab vagina korban. Sampel toksikologi kini masih diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk memastikan penyebab kematian.
Keluarga juga menemukan kejanggalan lain. Menurut Risang, sejumlah perhiasan emas milik korban tidak ditemukan saat jenazah dievakuasi. "Barang-barang berharga yang menurut pihak keluarga yang tidak ditemukan ada gelang emas, kalung, kemudian cincin," katanya.
Fakta baru lainnya berasal dari rekaman CCTV Bandara Juanda. Risang mengatakan rekaman tersebut memperlihatkan korban datang bersama seorang pria yang hingga kini belum diketahui identitasnya. "Dari rekaman CCTV saat kendaraan masuk ke area parkir dan mengambil tiket, terlihat sosok laki-laki dalam mobil tersebut." Pria itu mengenakan masker, kacamata, dan kaus biru. Setelah memarkirkan mobil, pria tersebut terlihat meninggalkan lokasi menggunakan taksi online. Belum diketahui hubungan pria tersebut dengan korban.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Siko Sesaria Putra Suma mengatakan penyidik tengah mendalami identitas pria misterius tersebut. "Kita masih selidiki, mohon waktu." Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian korban.
Melihat sejumlah kejanggalan yang muncul, keluarga menduga Ruly bukan meninggal secara alami. Kuasa hukum keluarga menilai korban kemungkinan sudah meninggal sebelum mobil memasuki area Bandara Juanda. "Dugaan saya ini dibawa masuk bandara dalam keadaan sudah meninggal dunia." Meski demikian, ia menegaskan hal tersebut merupakan dugaan pribadi dan meminta penyelidikan polisi mengungkap secara tuntas penyebab kematian Ruly. Hingga kini polisi masih mengumpulkan bukti, memeriksa rekaman CCTV, serta menunggu hasil laboratorium forensik untuk memastikan apakah kematian Ruly Yunis Setiawati berkaitan dengan tindak pidana atau penyebab lainnya.
Artikel Terkait
Jasa Marga Bantah Kabar Penerapan Ganjil Genap di Gerbang Tol Dalam Kota Jakarta
10 Ribu Warga Bone Padati Pawai Ta’aruf Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
MUI Dinilai Tepat Perjuangkan Perlindungan Moral di Tengah Gelombang Penolakan Sanksi Pidana bagi LGBT
FOMO: Kecemasan Akibat Takut Ketinggalan Tren, Ini Dampak dan Cara Mengatasinya