London Bergemuruh: Ratusan Ribu Serukan Akhir Pendudukan Palestina

- Senin, 02 Februari 2026 | 22:25 WIB
London Bergemuruh: Ratusan Ribu Serukan Akhir Pendudukan Palestina

Simbol Merah di Tengah Kerumunan

Ada pemandangan unik di tengah lautan manusia: pita merah dibagikan ke ribuan peserta. Itu adalah simbol dari kampanye global untuk tahanan Palestina. Warna merah itu bukan tanpa makna ia melambangkan bahaya nyata yang mengintai nyawa para tahanan: penyiksaan, kurangnya perawatan medis, kondisi penjara yang kejam.

Adnan Hmaidan, koordinator Kampanye Pita Merah, bilang aksi ini kebetulan bertepatan dengan peringatan satu tahun meninggalnya gadis Palestina, Hind Rajab. Kisah Hind, katanya, adalah potret kecil dari tragedi besar yang terus berulang.

Sementara itu, Shaima Dalali dari Asosiasi Muslim Inggris menyuarakan kepedihan lain. Setiap angka korban jiwa di Gaza, katanya, bukan sekadar statistik.

Eko di Berbagai Benua

London bukan satu-satunya. Aksi serupa bergulir di banyak negara lain hampir bersamaan Kanada, Australia, Jerman, sampai Korea Selatan dan Meksiko. Ini seperti gelombang solidaritas global yang saling menyambut.

Banyak peserta yang melihat konvergensi ini sebagai tanda positif. Kesadaran dunia sedang tumbuh. Ada penolakan kolektif untuk menormalisasi kejahatan atau menerima situasi di Palestina sebagai sebuah ‘kenyataan yang tak bisa diubah’.

Pesan terakhir dari para penyelenggara di London tegas: suara masyarakat Inggris tak akan padam. Solidaritas ini akan terus ada selama pendudukan masih berlangsung, hak-hak ditunda, dan penderitaan manusiawi belum berakhir. Mereka janji akan terus bergerak.


Halaman:

Komentar