“Walaupun nilainya relatif lebih rendah dibandingkan Desember 2024 maupun Desember 2023 yang sudah mencapai di atas 70 persen,” jelas Sentot.
Ia melanjutkan, “Ini juga tentunya perlu menjadi perhatian bersama bagaimana untuk meningkatkan TPK di DIY masa mendatang.”
Memang, jika dilihat dari bulan ke bulan, terjadi kenaikan signifikan sebesar 7,68 poin dari November. Tapi secara tahunan, justru ada penurunan sekitar 3,86 poin dibandingkan Desember tahun sebelumnya. Tren ini patut jadi bahan evaluasi.
Di sisi lain, ada pola menarik yang terungkap. Semakin tinggi bintang sebuah hotel, tamu cenderung betah menginap lebih lama. Pada Desember 2025, tamu hotel bintang lima rata-rata menginap 2,13 malam. Angkanya turun perlahan seiring klasifikasi: bintang empat (1,66 malam), bintang tiga (1,5 malam), bintang dua (1,32 malam), dan bintang satu (1,14 malam).
Jadi, meski berhasil merebut posisi teratas, Yogyakarta masih punya pekerjaan rumah. Bagaimana caranya agar daya tarik istimewa kota ini tidak hanya ramai di momen liburan, tapi juga bisa mempertahankan bahkan meningkatkan angka okupansi itu di masa-masa yang lain.
Artikel Terkait
Motor Sudah Lunas, Malah Ditarik Paksa: Polisi Turun Tangan Bantu Ibu di Depok
Misi Evakuasi Berujung Maut, Petugas Satpol PP Tewas Dibacok ODGJ di Kebumen
Kesepian di Era Terhubung: Ironi Dunia yang Semakin Digital
Atap Madrasah di Bogor Ambruk, Siswa Beralih Belajar Daring