Prabowo Gerah, Spanduk dan Baliho Dituding Rusak Wajah Kota

- Senin, 02 Februari 2026 | 13:54 WIB
Prabowo Gerah, Spanduk dan Baliho Dituding Rusak Wajah Kota

"Turis datang enggak mau lihat spanduk," katanya. Dia lantas mengenang Bogor. "Bogor dulu kota paling indah, Bung Karno lebih senang di Bogor daripada di Jakarta. Dari dulu aku ingin tinggal di Bogor, akhirnya jadi Presiden ya tinggal di Bogor."

Namun begitu, dia tak mau penertiban dilakukan secara kasar. Presiden menginginkan pendekatan dialogis.

"Saudara-saudara, terlalu banyak spanduk, baliho, iklan. Tolong ditertibkan," pinta Prabowo. "Ajak bicara pengusaha, KADIN, HIPMI, yak an? Asosiasi pengusaha, bicara lah."

Argumennya tentang Bali cukup jelas mewakili keresahannya. "You bikin iklan jangan terlalu besar. Orang ke Bali ingin lihat Bali, dia tidak ingin lihat [iklan] Kentucky Fried Chicken besar-besar, McDonald."

Rakornas yang digelar Kemendagri tahun ini mengusung tema "Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045". Pertemuan besar ini dihadiri sekitar 4.487 peserta, mulai dari level menteri, gubernur, bupati, walikota, hingga pimpinan DPRD dan Forkopimda se-Indonesia. Momen inilah yang dipakai Prabowo untuk menyampaikan imbauannya itu, di tengah agenda besar pembahasan program prioritas.


Halaman:

Komentar