“Daripada hanya termangu di rumah tanpa listrik dan pemanas.”
Fenomena ini bukan sekadar hiburan sesaat. Bagi banyak warga, terutama kalangan muda, pesta seperti ini punya makna lebih dalam. Ini jadi cara mereka bertahan secara mental, sebuah bentuk ketahanan yang unik. Di sisi lain, ini juga dilihat sebagai perlawanan halus. Sebuah pernyataan bahwa semangat hidup mereka tidak mudah dipadamkan, meski lampu-lampu kota kerap padam oleh rudal.
Musik dan komunitas menjadi penopang mereka. Menghadapi tekanan perang yang tak kunjung usai, warga Kiev menemukan kekuatan dengan cara mereka sendiri. Kadang, caranya adalah dengan menari di kegelapan.
Artikel Terkait
Prabowo Gerah, Spanduk dan Baliho Dituding Rusak Wajah Kota
Guru Besar Unair Bongkar Penyimpangan UU ITE: Opini Bukan untuk Dipenjara
Prabowo Gerakkan BUMN dan K/L: Korve Setiap Pagi, Perang Lawan Sampah Dimulai
Sampah Festival Kuliner Membeludak, Petugas Kebersihan Semarang Geram