Di tengah hiruk-pikuk pembahasan anggaran, suara Lalu Hadrian, Wakil Ketua Komisi X DPR, menohok. Ia menyoroti nasib guru honorer dengan nada prihatin. Gaji mereka, menurutnya, jauh dari kata layak. Bayangkan, hanya Rp 250 ribu per bulan. Angka yang sulit untuk sekadar bertahan hidup, apalagi menjalankan tugas mulia mendidik generasi bangsa.
"Ya kami di komisi X sebenarnya selalu menyuarakan pertama tentang kesejahteraan guru," ucap Lalu di Kompleks Parlemen, Selasa (27/1).
"Gaji guru honorer yang hari ini mereka harus hidup dengan Rp 250 ribu per bulan sungguh sangat tidak layak."
Lalu punya hitungan sendiri. Ia bersikeras, seharusnya dana pendidikan yang 20% dari APBN itu benar-benar dialirkan untuk kepentingan pendidikan, termasuk kesejahteraan guru. Menurut kalkulasi Komisi X, dengan skema itu, gaji minimal seorang guru honorer seharusnya menyentuh angka Rp 5 juta setiap bulannya. Bukan sekadar tambal sulam.
Yang membuatnya geram, kontribusi mereka tak sepadan dengan imbalan. Negara ini besar, kaya, tapi menggaji para pengabdi dengan cara yang amat minim. Padahal, kenyataannya, mereka tetap masuk setiap hari. Mengajar, mendidik, tanpa kenal lelah. Status honorer tak menyurutkan semangat pengabdian.
"Walaupun statusnya honorer tetapi buktinya walaupun mereka honorer mereka terus mengabdi, setiap hari masuk, mengajar, mendidik, mempersiapkan generasi bangsa," tegasnya.
Lalu mengaku sudah bersuara lantang dalam rapat dengan Menteri Pendidikan. Poinnya jelas: butuh komitmen serius. Ia menegaskan kembali,
Artikel Terkait
Guru SMP di Luwu Utara Berdarah Diduga Dianiaya Siswa
KPK Selidiki Aliran Dana Suap Pajak hingga ke Ditjen Pajak
Amnesty Soroti Langkah Indonesia Bergabung dengan Inisiatif Perdamaian AS
Polda Metro Jaya Minta Maaf, Pedagang Es Gabus Ternyata Tak Bersalah