Dalam rapat di Gedung DPR, Selasa lalu, suara Muslimin Bando dari Fraksi PAN terdengar cukup vokal. Anggota Komisi X ini mendesak agar petugas BRIN dikembalikan ke daerah. Intinya, riset dan inovasi nggak boleh cuma jadi bahan bacaan di jurnal atau arsip semata.
Rapat Dengar Pendapat itu menghadirkan langsung Kepala BRIN, Arif Satria. Suasana cukup cair, tapi pokok pembicaraannya serius. Muslimin merasa, selama ini ada jarak yang menganga antara BRIN dengan masyarakat, terutama di daerah-daerah.
"Yang terasa bagi kami selama ini ialah kami berjauhan dengan petugas BRIN begitu," ujarnya.
"Jadi di mana kita harus mengadu? Di mana kita harus bertanya?"
Pertanyaannya itu sederhana, tapi menyentuh persoalan mendasar. Menurutnya, hasil riset harusnya bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan cuma teori.
"Cuma saja hasil riset dan inovasi yang kita hasilkan ini, Ini kan bukan sekadar untuk kepentingan penelitian, tetapi untuk dimanfaatkan, dilaksanakan oleh masyarakat misalnya dalam bidang-bidang perkebunan bidang-bidang pertanian, perikanan, perkebunan obat-obatan, bibit dan sebagainya," jelas Muslimin.
Ia lantas menyinggung sebuah kebijakan yang menurutnya jadi pangkal masalah: penarikan semua petugas BRIN ke pusat beberapa tahun silam. Muslimin mempertanyakan alasan di balik keputusan itu dan mendorong agar petugas disebar kembali.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral