Helikopter itu mendarat di Manhattan, Senin siang. Dari dalamnya, turun Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama sang istri, Cilia Flores. Kedatangan mereka di New York ini bukan kunjungan kenegaraan biasa.
Suasana justru tegang. Sekitar lokasi pendaratan, militer AS dan agen DEA sudah menunggu dengan pengawalan super ketat. Maduro dan Flores langsung diarahkan menuju kendaraan lapis baja, lalu konvoi itu bergerak cepat. Tujuannya: Gedung Pengadilan Daniel Patrick di Manhattan.
Di sana, sejumlah tuduhan berat sudah menanti. Intinya, Maduro didakwa terlibat dalam perdagangan narkoba skala besar. Jaksa menyebut dia punya koneksi dengan Kartel Sinaloa dan geng Tren de Aragua. Lebih rinci lagi, Maduro dituduh mengatur rute penyelundupan kokain, memanfaatkan tentara untuk mengamankan pengiriman, bahkan melindungi kelompok bersenjata. Fasilitas kepresidenan pun disebut-sebut dipakai untuk mendistribusikan narkotika.
Nah, dakwaan ini ternyata baru saja direvisi. Pada Sabtu lalu, jaksa menambahkan nama Cilia Flores dalam berkas perkara. Istri presiden itu ikut dituduh, diduga memerintahkan aksi penculikan dan pembunuhan.
Jadi, kunjungan mereka ke New York kali ini benar-benar penuh drama. Dari helikopter mewah langsung menuju proses hukum yang serius.
Artikel Terkait
Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa hingga Petani Biasa di Puncak Panen Raya Karawang
Nenek Disandera Maling yang Ketakutan di Rumahnya Sendiri
Pangi Syarwi Tantang Jokowi-Gibran: Tunjukkan Ijazah, Saya Cium Pantat
Kembalinya Pilkada ke DPRD: Kedaulatan Rakyat yang Dikubur dalam Ruang Tertutup