Angkanya tidak kecil. Data terbaru menunjukkan ada 3.700 sekolah di Sumatera yang terdampak, dengan 3.100 di antaranya mengalami kerusakan berat. Fokus utama sekarang ya percepatan pembersihan ini, agar aktivitas belajar bisa segera hidup kembali.
Di sisi lain, untuk menangani situasi yang kompleks, pemerintah telah menyiapkan tiga skenario pembelajaran. Skenario itu dibagi berdasarkan waktu: masa tanggap darurat (0-3 bulan), transisi (3-12 bulan), dan pemulihan penuh yang bisa memakan waktu 1 sampai 3 tahun.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa metode yang dipakai nanti harus luwes.
Jadi, meski bangunan fisik mungkin belum pulih sepenuhnya, proses belajar diharapkan tak lagi terhenti. Semuanya dikerjakan dalam tempo yang cepat, demi menyambut para siswa kembali ke sekolah.
Artikel Terkait
Minat Generasi Muda dan Dukungan Kebijakan Dorong Tren Hunian Hijau di Perkotaan
Ahli IPB: Limbah Cair Sawit Bisa Kurangi Ketergantungan Impor Pupuk
Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI, Fokus pada Tugas Kebangsaan
Prabowo Dorong Pencak Silat Menuju Olimpiade, Tekankan Pentingnya Jaga Kemurnian