Angkanya tidak kecil. Data terbaru menunjukkan ada 3.700 sekolah di Sumatera yang terdampak, dengan 3.100 di antaranya mengalami kerusakan berat. Fokus utama sekarang ya percepatan pembersihan ini, agar aktivitas belajar bisa segera hidup kembali.
Di sisi lain, untuk menangani situasi yang kompleks, pemerintah telah menyiapkan tiga skenario pembelajaran. Skenario itu dibagi berdasarkan waktu: masa tanggap darurat (0-3 bulan), transisi (3-12 bulan), dan pemulihan penuh yang bisa memakan waktu 1 sampai 3 tahun.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa metode yang dipakai nanti harus luwes.
Jadi, meski bangunan fisik mungkin belum pulih sepenuhnya, proses belajar diharapkan tak lagi terhenti. Semuanya dikerjakan dalam tempo yang cepat, demi menyambut para siswa kembali ke sekolah.
Artikel Terkait
Bareskrim Bobol 21 Situs Judi Online, Sita Aset Hampir Rp 97 Miliar
Politisi Bocorkan Dana 20 Miliar untuk Kursi, Rakyat Kecil yang Dituduh
Han Ji Min dan Lee Joon Hyuk Bawa Kisah CEO Dingin dan Sekretaris Idaman di Love Scout
Kejati Sumsel Gagalkan Kerugian Negara Rp616 Miliar dari Kredit Bermasalah