Suasana mencekam masih menyelimuti sebuah rumah kontrakan di Warakas, Jakarta Utara. Di sanalah, tiga anggota satu keluarga ditemukan tewas dalam kondisi yang mengundang tanya. Hingga kini, polisi masih bekerja keras mengusut apa yang sebenarnya terjadi.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengungkapkan bahwa proses penyelidikan terus berjalan. Pihaknya telah memeriksa sejumlah orang untuk mengumpulkan petunjuk. "Saat ini ada 10 saksi yang diperiksa," jelas Onkoseno ketika dihubungi pada Minggu (4/1).
Namun begitu, ketika ditanya soal penyebab kematian, Onkoseno memilih untuk menahan diri. Ia belum bisa memberikan keterangan yang lebih rinci.
"Masih menunggu hasil autopsi," ujarnya singkat.
Di sisi lain, informasi dari pihak medis sedikit memberi gambaran. Brigjen dr. Prima Heru selaku Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri menyebut bahwa proses autopsi terhadap ketiga jenazah telah selesai dilakukan. Namun, cerita belum usai. Masih ada satu tahap krusial yang ditunggu.
"Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan kepada keluarganya. Untuk hasilnya masih menunggu pemeriksaan toksikologi," terang Prima Heru.
Ini artinya, tim forensik masih melakukan uji toksisitas untuk mendeteksi ada tidaknya racun atau zat berbahaya dalam tubuh korban.
Adapun ketiga korban yang meninggal dunia adalah Siti Solihah (50), sang ibu; disusul anak pertamanya, Afiah Al Adilah Jamaludin (28); dan si bungsu, Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Saat ditemukan, kondisi mereka sungguh memilukan. Mulut mereka berbusa, dan ruam merah terlihat di beberapa bagian tubuh. Sebuah pemandangan yang sukar dilupakan.
Keluarga itu ternyata tidak semuanya menjadi korban jiwa. Masih ada satu nyawa yang berhasil diselamatkan. Abdullah Syauqi Jamaludin (23), anak ketiga, ditemukan dalam keadaan kritis. Ia kini masih berjuang, mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Nasibnya menjadi satu-satunya harapan untuk mengungkap misteri kelam ini.
Artikel Terkait
BMKG Pastikan Gempa Kuat di Fiji Tak Picu Ancaman Tsunami bagi Indonesia
Kementerian Pertanian Pastikan Harga Ayam di Pasar Minggu Masih Sesuai Acuan
Pakar APINDO Ingatkan KUHP Baru Bisa Tak Efektif Jika Penegak Hukum Bermasalah
IKA Unhas Salurkan 22 Ton Beras untuk Program Ramadhan