Setelah dua pekan berlalu sejak peristiwa memilukan di Cilegon, akhirnya ada titik terang. Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan Muhammad Axle Harman Miller, bocah sembilan tahun yang tak lain adalah anak seorang politikus PKS. Penangkapan ini, menariknya, justru terjadi dalam situasi yang sama sekali tak terduga.
Bukan dalam penyergapan khusus, melainkan saat sang pelaku kedapatan sedang beraksi mencuri. Lokasinya pun cukup mengejutkan: sebuah rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon dua periode, Roisyudin Sayuri. Aksi kriminal yang satu ini rupanya membuka jalan bagi polisi untuk mengungkap kasus pembunuhan yang sebelumnya terasa begitu gelap.
Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS Akhirnya Tertangkap
Terduga pelakunya adalah HA (30). Dia diamankan di lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Banten. Penangkapan ini seperti angin segar bagi penyidik yang sempat kesulitan mengumpulkan bukti di awal kasus.
Dirreskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, membenarkan kabar itu. “Alhamdulillah (pelaku tertangkap),” ujarnya pada Jumat malam, 2 Januari.
Namun begitu, Dian masih menahan diri untuk memberikan rincian lebih jauh. Soal identitas, kronologi, apalagi motif di balik pembunuhan keji itu, masih ditahannya. “Nanti ya (disampaikan) saat ekspose resmi,” katanya singkat. Tampaknya, polisi masih perlu waktu untuk merampungkan pemeriksaan.
Terjaring Saat Menyatroni Rumah Eks Anggota DPRD
Kisah penangkapannya ini mirip plot film. Rupanya, HA ditangkap saat sedang menyatroni rumah Roisyudin Sayuri untuk kedua kalinya. Awalnya, warga dan pemilik rumah sama sekali tak menyangka bahwa pencuri yang mereka hadapi ternyata terlibat kasus pembunuhan lain yang menggemparkan.
Dede Rohana Putra, anggota DPRD Banten yang juga saudara Roisyudin, mengungkapkan detilnya. “Iya, ditangkap di rumah saudara saya. Kita enggak tahu kalau itu masih ada kaitan dengan kasus di BBS, kita baru tahu pas malamnya,” ceritanya via telepon, Sabtu (3/1).
Menurut Dede, pelaku sudah pernah mencoba mencuri di rumah itu pada Minggu, 28 Desember. Beberapa perhiasan hilang, bahkan sebuah brankas sudah berhasil didorongnya keluar rumah menggunakan kursi roda. Tapi, barang itu belum sempat diambil. Kejadian itu pun sudah dilaporkan ke Polsek Cilegon.
“Pas diputar CCTV kelihatan orangnya, tapi enggak jelas,” imbuhnya.
Tampaknya, si pelaku penasaran. Pada Jumat siang, 2 Januari, dia nekat kembali. Keluarga pemilik rumah sedang pergi libur tahun baru, hanya ada seorang Asisten Rumah Tangga (ART) yang sedang bersih-bersih. Kali ini, pelaku datang lengkap dengan peralatan untuk membongkar brankas.
“Karena dia sampai bawa pemanas gembok segala, kayaknya penasaran pengin ngebongkar brankas,” kata Dede.
Nasibnya malang. Aksinya ketahuan oleh ART. Dalam kepanikan, pelaku berusaha kabur namun terpeleset di tangga rumah yang agak berbukit. Dia terluka dan akhirnya bersembunyi di dalam rumah sebelum akhirnya bisa diamankan.
“Kayaknya dia kepleset dan jatuh, terus enggak bisa keluar, jadi dia ngumpet di dalam rumah, mungkin lecet kepentok tangga,” jelas Dede Rohana.
Dari aksi pencurian yang gagal itulah, polisi kemudian mengembangkan penyelidikan. Dan ternyata, benang merahnya mengarah pada kasus pembunuhan Axle. Sebuah kebetulan yang mengungkap kebenaran, sekaligus mengakhiri pelarian seorang tersangka.
Artikel Terkait
BMKG Pastikan Gempa Kuat di Fiji Tak Picu Ancaman Tsunami bagi Indonesia
Kementerian Pertanian Pastikan Harga Ayam di Pasar Minggu Masih Sesuai Acuan
Pakar APINDO Ingatkan KUHP Baru Bisa Tak Efektif Jika Penegak Hukum Bermasalah
IKA Unhas Salurkan 22 Ton Beras untuk Program Ramadhan