JAKARTA – Kabar duka datang dari ujung timur negeri. Seorang prajurit TNI Angkatan Darat, Pratu Farkhan Sauqi Marpaung, meninggal dunia saat bertugas di pos perbatasan Papua dengan Papua Nugini. Situasinya makin pilu karena ada dugaan kuat kematiannya akibat kekerasan yang dilakukan seniornya sendiri.
Keluarga di Desa Hessa Air Genting, Asahan, Sumatera Utara, tentu saja hancur. Mereka hanya bisa menangis, menanti kepulangan jenazah sang anak dari Timika. Kabar buruk itu sudah sampai ke mereka sejak Rabu lalu, disampaikan oleh kerabat yang juga seorang anggota TNI.
Merespon peristiwa ini, TNI AD menyatakan duka citanya yang mendalam. Namun begitu, institusi ini juga langsung bergerak cepat.
“Almarhum adalah prajurit muda yang tengah menjalankan tugas negara di wilayah penugasan. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pimpinan TNI AD,” ujar Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono, Sabtu (3/1/2026).
Ia menegaskan, langkah tegas sudah diambil sejak kasus itu mencuat. Oknum prajurit senior yang diduga terlibat langsung diamankan. Proses investigasi pun digelar.
“Dugaan keterlibatan oknum prajurit senior telah ditindaklanjuti. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan fakta secara objektif dan transparan,” tutur Donny.
Artikel Terkait
Saksi Terakhir yang Bertemu Afiah: Ia Tampak Biasa Saja
Di Tengah Gemuruh Rawa Belong, Bambang Setia Meracik Bunga di Pinggir Jalan
Tragedi Warakas: Teriakan Histeris Pecah di Pagi Buta, Tiga Nyawa Melayang
Perpustakaan di Sekolah Rakyat: Mengubah Cara Pikir untuk Putuskan Rantai Kemiskinan