Duka di Perbatasan: Prajurit TNI Tewas Diduga Dikeroyok Senior di Pos Papua

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 13:40 WIB
Duka di Perbatasan: Prajurit TNI Tewas Diduga Dikeroyok Senior di Pos Papua

JAKARTA – Kabar duka datang dari ujung timur negeri. Seorang prajurit TNI Angkatan Darat, Pratu Farkhan Sauqi Marpaung, meninggal dunia saat bertugas di pos perbatasan Papua dengan Papua Nugini. Situasinya makin pilu karena ada dugaan kuat kematiannya akibat kekerasan yang dilakukan seniornya sendiri.

Keluarga di Desa Hessa Air Genting, Asahan, Sumatera Utara, tentu saja hancur. Mereka hanya bisa menangis, menanti kepulangan jenazah sang anak dari Timika. Kabar buruk itu sudah sampai ke mereka sejak Rabu lalu, disampaikan oleh kerabat yang juga seorang anggota TNI.

Merespon peristiwa ini, TNI AD menyatakan duka citanya yang mendalam. Namun begitu, institusi ini juga langsung bergerak cepat.

“Almarhum adalah prajurit muda yang tengah menjalankan tugas negara di wilayah penugasan. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pimpinan TNI AD,” ujar Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono, Sabtu (3/1/2026).

Ia menegaskan, langkah tegas sudah diambil sejak kasus itu mencuat. Oknum prajurit senior yang diduga terlibat langsung diamankan. Proses investigasi pun digelar.

“Dugaan keterlibatan oknum prajurit senior telah ditindaklanjuti. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan fakta secara objektif dan transparan,” tutur Donny.

Nada tegasnya jelas. TNI AD, katanya, tak akan pernah mentolerir kekerasan di luar aturan, apalagi yang berujung pada hilangnya nyawa prajurit.

“Apabila dari hasil penyelidikan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun disiplin militer, proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan berlaku,” tegasnya.

Di sisi lain, perhatian juga dialirkan kepada keluarga almarhum. Tak cuma itu, upaya pembinaan di satuan akan diperkuat. Tujuannya jelas: mencegah terulangnya tragedi memilukan seperti ini.

“Pimpinan TNI AD berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, adil, dan bertanggung jawab,” kata Donny. Komitmen itu diutarakan untuk menjaga keadilan bagi almarhum dan keluarganya, sekaligus memulihkan kehormatan institusi.

Peristiwa ini terjadi di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya. Sebuah pos terpencil yang kini menyisakan duka dan tanda tanya besar. Investigasi masih berjalan. Semua menunggu kejelasan, sambil berharap keadilan benar-benar ditegakkan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar