Logikanya, begitu seorang anggota dewan terpilih, mereka hanya punya waktu efektif sekitar tiga tahun untuk bekerja sebelum harus mempersiapkan diri lagi untuk pertarungan berikutnya. Persiapan itu sendiri, menurutnya, bisa memakan waktu hingga dua tahun. Akibatnya, ruang untuk membayar utang kampanye pun menjadi sangat sempit.
"Jadi enggak mungkin dana ini akan kita kembalikan dengan sistem begini," tegasnya.
Lalu, sebesar apa sebenarnya beban finansial yang dimaksud? Muslim Ayub, yang juga Sekretaris DPW NasDem Aceh, memberikan angka yang tak main-main.
"Mohon maaf rata-rata kita bukan sedikit menghabiskan uang. Minimal Rp20 miliar ke atas. Enggak ada yang Rp10 miliar … masing-masing kami meninggalkan utang semua," ungkapnya dengan terus terang.
Di akhir pernyataannya, dia berusaha memisahkan antara pendapat pribadi dan sikap partai. "Jujur saya sampaikan. Tidak salah kan kalau 10 tahun sekali … Ini usulan pribadi nih bukan NasDem," katanya.
Usulan ini disampaikan dalam forum resmi pada 30 Oktober 2024 lalu. Gagasan yang satu ini jelas akan memantik perdebatan panjang, bukan hanya di kalangan politisi, tetapi juga di tengah masyarakat yang merasakan langsung denyut nadi demokrasi.
Artikel Terkait
Siklon Iggy Mengancam, Gelombang 4 Meter Berpotensi Hantam Selatan Jawa
Zohran Mamdani Resmi Pimpin New York, Janjikan Kota untuk Pekerja Bukan Oligarki
Ustadz Terkejut Dengar Bocoran Biaya Sewa Dapur MBG: Bisa Tembus Rp14 Miliar Setahun!
Catatan 62 Kasus Super Flu H3N2 di Indonesia, Tiga Provinsi Jadi Penyumbang Terbesar