“Banyak yang merayakan dengan kegiatan-kegiatan doa bersama. Mungkin juga ada di beberapa tempat yang ada stan-stan namun juga banyak kegiatan untuk hal-hal yang bersifat donasi dan sebagainya,” ujar dia.
Menurut Sigit, pilihan masyarakat ini tak cuma soal perayaan. Ada nilai lebih di baliknya.
“Tentunya ini juga bagian dari empati kita terhadap saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” jelas dia.
Ya, aktivitas sosial seperti penggalangan donasi itu mencerminkan kepedulian. Sebuah respons kolektif terhadap saudara-saudara yang sedang terdampak bencana di beberapa daerah. Jadi, malam tahun baru kali ini bukan sekadar pesta. Lebih dari itu, ia berubah menjadi momen solidaritas.
Artikel Terkait
KPK Beberkan Modus Bupati Tulungagung Paksa 16 Dinas Setor Rp2,7 Miliar untuk Keperluan Pribadi
Bupati Bone Pastikan 10 Sumur Bor dari Pusat Segera Diresmikan
BMKG Prakirakan Cuaca Bervariasi, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah di Sulsel
Damkar Mamuju Evakuasi Piton 6 Meter yang Memangsa Kambing Warga