Di sisi lain, rapat evaluasi itu sendiri berjalan seperti biasa. Beberapa OPD dapat pujian karena program kerjanya sesuai target RPJMD. Tapi ya, enggak semua begitu. Masih ada beberapa yang dinilai lamban dan progresnya biasa-biasa saja, bahkan cenderung mengecewakan.
Soal kinerja ini, Ratu Dewa bicara blak-blakan. OPD yang dianggap nggak becus bekerja bakal dievaluasi ulang. Bahkan, kalau memang nggak ada perubahan, mereka diminta mundur saja.
“Kalau tidak bisa bekerja cepat dan tepat, akan dievaluasi,”
katanya tanpa basa-basi.
Reaksi para pejabat yang hadir? Beragam. Ada yang terlihat kaget, matanya melotok melihat kain kafan dibagikan. Tapi setelah jeda sejenak, beberapa justru mengangguk-angguk. Mereka mengapresiasi pesan moral yang coba disampaikan walikota, meski caranya memang bikin merinding.
Aksi simbolik itu, mau diapapun, telah meninggalkan kesan mendalam. Bukan sekadar rapat evaluasi biasa, melainkan sebuah refleksi tentang hidup, mati, dan tanggung jawab yang sering terlupa.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa