"Kami tidak ingin melihat Menlu Sugiono mendapat predikat sebagai silent minister," tegasnya.
Komunikasi Menlu, lanjut Dino, didominasi unggahan Instagram. Penuh foto dan video, tapi minim suara. Ia membandingkan dengan Menteri Keuangan Purbaya yang dinilainya sangat komunikatif, sehingga dapat dukungan publik kuat. Dino mengingatkan prinsip mendiang Ali Alatas: diplomasi dimulai dari dalam negeri. Percuma jika tak dipahami rakyat sendiri.
Pengalaman pahit juga ia ceritakan. Saat menggelar konferensi politik luar negeri terbesar di dunia, ribuan anak muda hadir. Tapi surat dan pesan dari panitia tak pernah dibalas Menlu. Berbulan-bulan.
"Di negara manapun, Menlu pasti akan membatalkan agenda lain untuk menemui konstituen hubungan internasional dalam negeri. Namun, Menlu Sugiono justru menjauh dan menutup pintu," ujarnya.
Menutup pernyataannya, Dino memberikan peringatan keras. Menurutnya, Sugiono cuma punya "satu tembakan" dalam sejarah. Jika tak segera lakukan reformasi internal dan buka diri, warisannya akan buruk.
"Jika usulan ini tidak dilakukan, Kemlu akan redup, diplomasi Indonesia merosot, dan Menlu Sugiono akan dicatat sejarah dengan nilai merah," pungkas Dino.
Artikel Terkait
KPK Cabut Status Tahanan Rumah, Yaqut Kembali ke Rutan
Ambulans Terjebak Macet Parah di Jalur Cibadak Akibat Motor Ngeblong
Tudingan Jual Beli SK Kepengurusan Rp5 Miliar Guncang KNPI Sulsel
Foto Viral Pengisian Jerigen Solar Subsidi di SPBU Sinjai Picut Kecaman Warga